UMRI Menggandeng Polda Riau dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM pada Pelaksanaan KKN Merdeka Tahun 2020

Penyerahan Cinderamata UMRI

umri.ac.id – Universitas Muhammadiyah Riau melaksanakan pembekalan dan pelepasan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Kamis (6/8/20) di aula gedung KH. Ahmad Dahlan UMRI. KKN UMRI 2020 mengambil tema “KKN Merdeka” dan akan dilaksanakan mulai tanggal 10 hingga 24 Agustus 2020.  Pelaksanaan KKN kali ini merupakan kerja sama UMRI dengan Polda Riau dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM.

Hal itu berkenaan dengan fokus kegiatan KKN yang akan menyoroti permasalahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), ketahanan perekonomian masyarakat dan ketahanan keluarga yang terdampak pandemi covid-19.

“Kata merdeka dipilih karena bertepatan dengan peringatan kemerdekaan RI tahun ini, namun dimaknai berbeda yaitu berartikan merdeka pangan, merdeka kesehatan, merdeka lingkungan dan merdeka ekonomi masyarakat,” ungkap Nolly Media Putra, selaku Ketua KKN UMRI 2020 saat ditemui di sela-sela acara.

Dosen ilmu komunikasi tersebut menambahkan KKN Merdeka ini dilaksanakan untuk menguatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian lingkungan hidup serta penanggulangan dampak wabah covid-19 baik di bidang ekonomi, pangan, kesehatan dan juga pendidikan dengan memanfaatkan media sosial maupun terjun langsung ke masyarakat sekitar tempat tinggal mahasiswa.

Pada acara pembekalan ini, dihadiri oleh Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi selaku pembicara dalam konteks pelestarian lingkungan hidup. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM, Drs. Asrizal, M.Pd selaku pembicara dalam konteks ketahanan ekonomi, dan Salman, S.Ud, M.Pd selaku pembicara dalam konteks ketahanan keluarga.

Dalam pemaparannya, Irjen Pol Agung Setya Imam selaku Kapolda Riau mengungkapkan dampak dari kebakaran hutan menyentuh banyak aspek kehidupan masyarakat. “Dampaknya bervariasi dari perekonomian menjadi lumpuh, penerbangan banyak dibatalkan, adanya penyakit pernafasan yang mengancam hingga banyak binatang yang harus mati karena ekosistemnya yang rusak,” ujarnya.

Ia menjelaskan tahun ini terjadi penurunan prosentase hutan terbakar di wilayah Riau. “karena itu kami merangkul dan bekerja sama dengan seluruh pihak baik pemerintah, universitas dan relawan,” imbuhnya.

Selain permasalahan lingkungan hidup, pandemi covid-19 juga menjadi perhatian UMRI khususnya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat yang terdampak. Drs. Asrizal, M.Pd sebagai pembicara kedua pada bidang ketahanan ekonomi mengungkapkan bahwa penguatan ekonomi di masa pandemi menjadi krusial. “Dampak covid-19 juga terasa bagi pelaku UMKM Riau. Kita perlu lakukan pendampingan baik dari manajemen, pengemasan hingga distribusinya. Bahkan kita berikan pelatihan agar ekonomi tetap hidup,”jelasnya.

Isu ketahanan keluarga juga dipilih oleh UMRI sebagai salah satu tema KKN yang dirasa dibutuhkan masyarakat pada masa pandemi covid-19. Hal ini diungkapkan oleh Dosen Fakultas Studi Islam, Salman, S.Ud, M.Pd selaku pembicara ketiga terkait tema ketahanan keluarga. Tema ini berfokus pada isu kesehatan masyarakat, pendidikan serta ketahanan pangan.

Dengan pembekalan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menawarkan solusi masalah sosial yang tengah dihadapi oleh masyarakat khususnya dalam masa krisis ini. UMRI menerjunkan mahasiswa KKN yang tersebar pada 12 kabupaten kota di Provinsi Riau dan beberapa Provinsi lainnya. Acara pembekalan ini diikuti oleh 23 orang perwakilan kelompok mahasiswa peserta KKN bersama Dosen Pembimbing Lapangan dengan menerapkan standar protokol kesehatan. (rn).