KKN UMRI Bantu Pencegahan & Penanggulangan Covid-19 di kota Pekanbaru

bantuan umri

Pandemi coronavirus desease (Covid-19) tidak menghalangi kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di kampus UMRI. Jika kegiatan pengajaran selama ini dilakukan secara daring atau virtual, begitupun kegiatan kuliah kerja nyata (KKN). Selama ini kegiatan KKN mengharuskan mahasiswa berbaur dengan masyarakat. Namun di kondisi pandemi, mereka melaksanakan KKN yang berfokus pada pencegahan & penanggulangan covid-19 dengan meminimalisir interaksi sosial. Namun, mahasiswa sesekali turun langsung ke warga untuk membagikan bantuan berupa masker hingga alat penunjang lainnya.

Hal tersebut disampaikan Ketua LPPM UMRI Ridha Fauzi, ST, MT, dalam laporannya pada pelepasan program KKN pada Senin pagi (18/5). “Kegiatan KKN kali ini bekerja sama dengan Tim Satgas Covid-19. UMRI melepas sebanyak 1068 mahasiswa peserta yang dibagi menjadi dua pola yaitu KKN Satgas dan non-satgas. Mahasiswa akan mendistribusikan sembako, pembagian hand soap, masker dan juga pemasangan spanduk edukatif covid-19 di tengah masyarakat,”jelasnya.

Bapak Ridha menambahkan bahwa kegiatan secara online juga dilakukan, seperti membuat video edukasi dan informasi terkait covid-19 di laman – laman jejaring sosial. Kegiatan tersebut yang akan diemban oleh peserta KKN non-satgas.

Begitu pula yang disampaikan Ketua Satgas Covid-19 UMRI yang juga selaku Wakil Rektor III dr. Taswin Yacob bahwa Tridarma perguruan tinggi tidak dapat dilepaskan karena manfaatnya akan dirasakan oleh mahasiswa. “UMRI berkontribusi dalam memerangi covid-19. Kita semua harus berkolaborasi untuk mengendalikan laju penyebaran covid-19 khususnya di kota Pekanbaru,” ungkapnya dalam sambutan di depan gedung rektor UMRI.

dr. Taswin berpesan agar mahasiswa dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Sambutannya tersebut sekaligus membuka kegiatan KKN UMRI tahun 2020. KKN resmi dibuka dengan penyerahan sembako secara simbolik kepada tim satgas dan mahasiswa serta penggunaan masker berlogo UMRI oleh seluruh peserta upacara. Rencananya, bantuan tersebut akan didistribusikan oleh peserta KKN kepada mahasiswa yang tidak dapat melakukan mudik, masyarakat sekitar dan juga warga Muhammadiyah kota Pekanbaru. (rnh)