Webiar Pendidikan : Solusi Pendidikan Digital Berkemajuan

Webiar Pendidikan

UMRI menggelar webinar pendidikan digital berkemajuan pada Jumat – Sabtu (15-16/5). Acara secara daring ini diinisiasi oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMRI dalam rangka menjaga produktivitas dari rumah di masa pandemi. Webinar ini telah diikuti oleh guru, dosen dan mahasiswa dari seluruh Indonesia.

Beberapa akademisi diundang untuk mengisi bincang – bincang dalam acara ini di antaranya : Dr. Gary Motteram (The University of Manchester), Siti Niah, M.Pd (Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris), Noverta Effendi, ST, M.Kom (Kaprodi Pendidikan Teknik Elektronika), Pratama Benny Herlandy (Kaprodi Pendidikan Informatika) dan Melly Novalia, M.Pd (Dosen Pendidikan FKIP UMRI).

Acara yang dilaksanakan melalui platform Google meet dan disiarkan secara langsung dari Youtube ini dibuka oleh Dekan FKIP UMRI, Edi Ismanto, ST, M.Kom. Webinar dengan tema “Solusi Pendidikan Digital Berkemajuan” diawali dengan materi yang disampaikan oleh Melly Novalia, S.Kom, M.Pd tentang “aktif belajar dari rumah”. Melly menyampaikan bahwa peran guru menjadi pemantik dalam menciptakan aktifitas pembelajaran yang menyenangkan, bernilai, relevan dengan kondisi saat ini dan dapat diidentifikasi. Ia menambahkan bahwa social-emotional learning yang mengaitkan motivasi, dukungan dan hubungan personal dapat menjadi formulasi baik untuk mendukung pembelajaran termediasi komputer.

Lebih lanjut, Noverta Effendi, ST, M.Kom dalam materi “Kreatif bersama Googleclassroom” memaparkan bahwa kondisi saat ini memaksa kita memanfaatkan aplikasi yang sudah ada untuk menunjang aktifitas produktif seperti belajar. “pengguna internet di Indonesia yang sangat besar menjadi peluang untuk bisa melakukan belajar-mengajar melalui internet. Data bisa terdokumentasi dan dapat diakses kapan saja, efisiensi waktu, cepat dan praktis,”jelasnya.

Senada dengan hal itu, Siti Niah, M.Pd pada Sabtu (16/5) menjelaskan bahwa online learning dapat berjalan secara praktis dan fleksibel. Namun faktanya, berdasarkan penelitian yang dilakukan KPAI tentang pembelajaran online sebanyak 76,7% responden mengatakan bahwa pembelajaran jarak jauh (PJJ) tidak menyenangkan. Hanya 23,3% yang mengatakan menyenangkan karena faktor tunggal yaitu tidak perlu bangun pagi untuk belajar ke sekolah. “Ada beberapa aspek untuk menciptakan PJJ menjadi menyenangkan yaitu kontrak pembelajaran antar guru dan siswa, adanya interaksi dan komunikasi yang terbangun juga adanya refleksi untuk media bertanya siswa serta tidak lupa melibatkan orang tua untuk memberi saran. Kita semua baik guru, siswa dan orang tua harus beradaptasi dengan pembelajaran seperti ini,”ungkapnya.
Pratama Benny Herlandy menambahkan bahwa pembelajaran online dapat didukung dengan aplikasi quizizz. “aplikasi tersebut dapat menjadi media yang efektif menggantikan pembelajaran offline dalam aspek penilaian,’’jelasnya.

Materi webinar ini diakhiri oleh Dr. Gary Motteram yang merupakan Dosen senior dari The University of Manchester dengan topik ”Teaching online in low resource contexts”. Dr. Gary menegaskan bahwa tidak ada teknologi terbaik selain apa yang dimiliki guru dan tahu bagaimana menggunakannya. “yang terpenting adalah materi yang kita ajarkan bukan teknologi apa yang akan digunakan,”imbuhnya. Ia menambahkan bahwa permasalahan terbesar dalam pembelajaran online adalah jaringan internet. Pihak yang bertanggungjawab menyelesaikannya adalah pemerintah.

Webinar yang disambut antusias dari peserta ini ditutup dengan sesi tanya jawab. Tiap sesi diskusi dipandu oleh masing – masing moderator yaitu Wandi Syahputra, M.Pd dan Pahmi, S.Pd, MA yang keduanya merupakan Dosen FKIP UMRI. Acara ini diharapkan dapat membantu semua pihak khususnya guru dan dosen untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan nyaman di dalam jaringan. Pemanfaatan teknologi perlu terus ditingkatkan untuk mengakomodir pembelajaran di masa krisis seperti ini (rnh/promosi).