Tanamkan Jiwa Entrepreneurship, FEB UMRI Taja Seminar Nasional Kewirausahaan

Dokumentasi (13/3/2020)

umri.ac.id - Seminar Nasional Membangun Kewirausahaan yang berlangsung di Ruang Audiotorium, pada Jum’at (13/3/2020) sebagai upaya mendukung pelaksanaan Tagline kampus Technopreneurship yang digelorakan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI).

Acara tersebut berlangsung berkat kerjama HIMA Akutansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang menghadirkan beberapa pembicara diantaranya Ir Hendar SM.MT Financial Freedom Navigator, Ikhwan Ashadi Bussiness Planner, Rudi Haryawan, STP dan M Ridho Syahputra Product Knowledge Trainer.

Dalam acara tersebut Kepala UPT Kewirausahaan Adrian dalam sambutannya mengatakan jiwa wirausaha harus ada dalam diri mahasiswa untuk menghadapi era teknologi yang semakin berkambang pesat. Adrian menyebutkan sesuai dengan tema yang diusung "Challenge, Opportunity and Survive In Milenial Era" di era milenial dengan percepatan teknologi saat ini memberikan tantangan dan peluang bagi wirausahawan sehingga memiliki kemampuan berdiri diatas kaki sendiri.

“Ciri seorang wirausaha di era sekarang diharapkan memiliki point penting pertama percaya diri, wirausaha harus mampu berinovasi dan kreatif ketiga mampu mengambil resiko. Selajutnya bisa menjadi pemimpin dan bisa membaca peluang,” harapnya.

Sementara itu ditempat yang sama Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Zul Azmi, SE., M.Si., Ak., CA berharap bagi mahasiswa yang mengikuti seminar memiliki motivasi menjadi wirausahawan.

“Selain saat ini berstatus mahasiswa dan nanti jika sudah lulus akan menyandang gelar keilmuan masing-masing selain itu jadilah wirausahawan agar menjadi pendongkrak perekonomian keluarga bahkan Negara,” ungkap Zul.

Lebih lanjut dalam sesi pemaparan, Ir Hendar salah satu pembicara mengatakan perkembangan teknologi dalam berwirausaha megharuskan setiap orang melakukan inovasi dan memiliki kopentensi. Menurutnya agar mampu bertahan dalam era teknologi wirausahawan harus mengedepankan aspek kolaborasi dan inovasi dalam pelaksanaanya.

“Kita harus mengisi kopetensi dan tentu bila ada serangan dari luar (produk asing) mau tidak mau kita harus berkompetisi. Selanjutnya kita lakukan sirka atau kolaborasi kesana sebenarnya konsep yang harus dimiliki mahasiswa sekarang,” paparnya dihadapan seluruh peserta seminar. (Upt. Promosi)