Bank Indonesia Sosialisasikan QRIS ke Mahasiswa UMRI

Dokumentasi (10/3/2020)

umri.ac.id - Quick Response Indonesian Standard (QRIS) diluncurkan oleh Bank Indonesia (BI) sejak 17 Agustus 2019 lalu. Kantor perwakilan wilayah Bank Indonesia Provinsi Riau telah melakukan sosialisasi penggunaan QRIS kepada masyarakat. Setelah sebelumnya sosialisasi dilakukan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di pasar bawah Pekanbaru, kali ini sosialisasi ditujukan kepada kalangan mahasiswa. Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMRI mengikuti sosialisasi tersebut pada Selasa (10/3/2020) di Gedung KH. Ahmad Dahlan Kampus Utama UMRI.

Deputi Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia wilayah Riau, Arshal Mashuri mengatakan bahwa Pekan QRIS Nasional diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia dari Senin (9/3/2020) hingga Ahad (15/3/2020) untuk meningkatkan penggunaan QRIS dengan sasaran masyarakat dan merchant komunitas. Termasuk juga mahasiswa. Segmen mahasiswa dibidik karena potensi penggunaan uang digital yang cukup besar.

“literasi melalui sosialisasi terus kami lakukan kepada masyarakat. Terutama ke pasar – pasar maupun perguruan tinggi dengan sasaran milenial. Tujuannya agar masyarakat dapat memanfaatkan sistem pembayaran QRIS yang telah distandarkan sesuai standar nasional, ” ungkapnya dalam sambutan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMRI Zul Azmi, SE., M.Si., Ak., CA menyambut baik sosialisasi yang dilakukan oleh Bank Indonesia. Sosialisasi penting untuk memberi pemahaman tentang sistem pembayaran standar nasional itu di kalangan masyarakat dan juga pelaku usaha UMKM.

“Kami akan dukung sepenuhnya karena FEB UMRI juga sudah kerja sama dengan BI sejak lama. Kita sudah memasuki era digitalisasi ini. Mau tidak mau kita harus pahami dan menyesuaikan,” tuturnya saat ditemui usai acara.

Dengan hadirnya QRIS ini, para pengguna aplikasi pembayaran non tunai tidak perlu memiliki terlalu banyak aplikasi, karena hanya dengan satu aplikasi saja dapat digunakan untuk melakukan pembayaran di berbagai merchant.

Zul menambahkan bahwa mahasiswa perlu meningkatkan kemampuan dan pengetahuan terhadap isu terbarukan perihal ekonomi di era digital. Lebih jauh dari itu, hadirnya sistem ini menjadi peluang untuk menghadirkan temuan – temuan terkini,” tambahnya. (Upt. Promosi)