UMRI Beri Pelatihan Manajemen Diri Bagi Penerima Beasiswa Pemprov

Penulis : Tim Web UMRI || 04 Feb 2020 | 14:36 WIB
Dokumentasi (3/2/2020)

umri.ac.id - Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar pelatihan manajemen diri, Senin (3/2/2020). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh penerima beasiswa dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau di kampus tersebut.

Adapun penerima beasiswa itu terbagi menjadi beberapa kategori. Untuk penerima beasiswa bakti negeri ada 70 orang. Kemudian selebihnya adalah beasiswa untuk mahasiswa FMIPA angkatan 2016 sebanyak 71 orang, beasiswa untuk mahasiswa FMIPA tahun 2017 sebanyak 7 orang serta beasiswa mahasiswa FMIPA tahun 2018 sebanyak 25 orang.

Seluruh penerima beasiswa itu mendapatkan pelatihan oleh Ir Herawati MM asal Yogyakarta. Menurut Rektor Umri, DR Mubarak M.Si, pemateri sangat terkenal kiprahnya dalam hal manajemen diri. Karena itu ia meminta seluruh mahasiswa penerima beasiswa memperhatikan materi yang disampaikan.
Dia menekankan agar mahasiswa tidak keluar ruangan ketika materi dipaparkan. “Jangan main HP juga,” kata dia.

Sementara, Wakil Rektor III UMRI, dr Taswin Yacob menjelaskan bahwa pelatihan itu adalah merupakan bagian dari kegiatan penerimaan beasiswa. Pelatihan ini setidaknya mengandung 5 kegiatan. Di antaranya, citra personal, personafikasi, lobi negosiasi dan lain-lain.

Lalu ada pelatihan character building. Termasuk ada pelatihan Toefl. Menurutnya, kegiatan ini merupakan kelebihan dari penerima beasiswa. Dengan harapan, penerima beasiswa ini lebih unggul dibanding mahasiswa lainnya.

Sementara itu, Gubernur Riau, Syamsuar yang hadir diwakili Kabiro Kesra Pemprov Riau, Masrul Kasmy menyampaikan, bahwa beasiswa juga ada di Biro Kesra. Jumlahnya mencapai Rp4,8 miliar untuk 1.325 orang mahasiswa D3 dan S1.

Tahun ini, tambahnya, ada bantuan pendidikan pada mahasiswa yang masuk basis data terpadu. Di UMRI yang sudah terverifikasi di basis data ada 48 orang dengan dana Rp188 juta yang S1 dan D4 sebanyak 45 orang dengan dana Rp184 juta. Pagunya untuk mahasiswa S1 sebesar Rp2,5 juta sampai Rp3,5 juta. Sementara untuk mahasiswa D3 sebesar Rp4,3 juta per orang.

Penerima beasiswa yang merupakan mahasiswa D3 lebih tinggi karena SPP mereka dibayar penuh oleh Pemprov. Ada juga bantuan untuk pembayaran pembelian buku.

Target adalah anak yang berpotensi tapi secara ekonomi kurang mampu. Karena itu dibutuhkan verifikasi dari kampus untuk menentukan mahasiswa yang membutuhkan. Dana akan diberikan langsung ke kampus. “Jadi dananya tidak untuk beli HP,” ujar Masrul.

Ke depan juga akan ada bantuan untuk penelitian, disertasi dan tesis untuk para dosen di perguruan tinggi di Riau. Program ini nantinya bakal dijalankan oleh Disdik. Sementara bantuan untuk warga yang kurang mampu ada di Biro Kesra. (Upt. Promosi)