Gelaran CELScitech 2019, UMRI Hadirkan Pembicara dari London dan Malaysia

umri.ac.id – Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menggelar CELScitech 2019 International Conference 2019, Kamis (26/9/219).

Kegiatan ini yang diikuti puluhan akademisi dari sejumlah perguruan tinggi tersebut menghadirkan pembicara kunci dari Indonesia, Inggris dan Malaysia.

Pembicara kunci itu adalah Prof. Dr. Mohd. Hasbullah bin Hj. Idris yang juga Chair School of Mechanical Engineering Universiti Teknologi Malaysia.

Kemudian, Dias Satria, Ph.D yang merupakan Head of International Undergraduate Program Universitas Brawijaya serta Dr. Ibrar Bhatt yang juga co-Director for MSc TESOL Queen’s University Belfast.

Sementara itu, Rektor Umri, Dr. Mubarak, M.Si menilai kegiatan ini sangat penting bagi dosen. Karena, kesempatan publikasi yang terindeks scopus bisa lebih terbuka.

Di samping itu perlu juga kerjasama dengan perguruan tinggi lain agar Umri terlibat dalam konferensi-konferensi internasional.

“Jadi harus bersama-sama. Tidak bisa sendiri-sendiri agar bergabung menggelar konferensi internasional,” kata Rektor.

Dijelaskan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Umri, M Ridha Fauzi, kegiatan ini menandakan bahwa Umri sudah memiliki sarana ilmiah berskala internasional untuk mempublikasikan artikelnya sendiri.

Dengan adanya sarana ilmiah ini, maka akan lebih banyak artikel untuk sampai ke prosiding terindeks.

“Sekarang artikel-artikel dosen Umri sudah ada yang terindeks di web of science dan scopus. Dengan banyaknya artikel terindeks maka nilai akreditasi perguruan tinggi maupun Prodi bisa semakin tinggi,” katanya.

Kegiatan ini juga melatih dosen mempublikasikan artikel di kegiatan ilmiah internasional. Karena membuat artikel itu cukup rigid. Karena proses review-nya panjang. Sementara, untuk mencapai tulisan bernas harus banyak review.

Saat ini, tambahnya, semua peserta dalam kegiatan ini tengah direview artikelnya. Selain itu, plagiarism mereka juga dicek. Yaitu diperhatikan kesamaan kata dalam artikel mereka dengan karya orang lain. Dimana, kesamaannya tak boleh lebih dari 20 persen.

“Diharap lebih kecil dari itu,” kata dia.

Nantinya, artikel yang bisa terbit di prosiding adalah yang telah lolos di publisher. Nama publishernya Atlantis Press dari Perancis. Dijelaskan dia, peserta 120 orang. Namun, artikel yang lulus seleksi reviewer hanya 93 orang lolosnya sampai presentasi.

Sementara itu, sebelum ada pemaparan artikel, ada juga sesi pemaparan dari pembicara kunci atau keynote speaker. Pemaparan oleh Dr. Ibrar terkait literasi media, kemudian Prof Hasbullah soal biomaterial dan Dias Satria membahas soal ekonomi dan perbankan.    (upt.promosi)

Blog Attachment