Raih Akreditasi B, Prodi Otomotif UMRI Terus Kembangkan Teknologi

umri.ac.id – Program studi (PRODI) Otomotif Diploma III (D3) Universitas Muhammdiyah Riau (UMRI) raih akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Rabu (28/8/2019).

Dekan Fakultas Teknik Drs. Yuhelson sampaikan ucapan terimakasih kepada Tim dan seluruh dukungan civitas akademika UMRI yang sudah berkerja keras mulai dari proses awal hingga diraihnya akreditasi B untuk PRODI Otomotif.

Alhamdulliah hirobbil alamin Program Studi kita saat ini sudah memperoleh predikat B, Ini semua adalah hasil kerja keras semua Tim, termasuk Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Kontrol Mutu (Lp2km), Kepala Biro, dan Pihak Rektorat atas dukungannya kami ucapkan banyak terimakasih,” ungkapnya.

Yuhelson juge berpesan agar prestasi ini dapat menambah kualitas sarana dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mencapai target yang diinginkan.
Sementara itu seperti yang diungkapkan Kepala Prodi Otomotif Jusnita ST. MT persiapan Akreditasi sudah dipersiapkan selama setahun sebelum pelaksanaan.

“Periapan sudah kita mulai dari tahun lalu, Mulai dari pengisian borang akreditasi. Membentuk tim dan pembagian tugas untuk melengkapi standar yang sudah ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan kita lakukan rapat rutin sekali dalam sepekan,” ungap Jusnita yang juga sebagai Ketua dalam Tim, Rabu (28/8/2019) saat diwawancarai di Ruanganya.

Kendati sudah memperoleh akreditasi B Jusnita yang juga sebagai Ketua tim mengungkapkan rasa kurang puas dengan hasil yang diperoleh pasalnya semenjak berdirinya UMRI Prodi Otomotif menjadi yang pertama mengantongi akreditasi B.

 

Lebih dari itu Ia berharap pada akreditasi selanjutnya memperoleh hasil yang lebih baik yakni predikat A melalui pengalaman dan masukan yang sudah didapatkan dari tim assessor BAN PT

Alhamdulillah kita sudah memperoleh akreditasi B dari BAN PT. Namun kita belum puas karena target kita justru mendapat akreditasi A. Prodi kita ini menjadi yang pertama di UMRI yang memproleh akreditasi B. Tentu yang kita harapkan sudah saatnya untuk memperoleh akreditasi A,” ungkap Jusnita.

Diakuinya perkembangan teknologi menjadi tantangan yang harus dihadapi diera industry 4.0 kemajuan teknologi yang serba komputerisasi membuat seluruh komponen dosen dan tenaga kependidikan harus cepat mengikuti perkembangan teknologi.

Ditambahkannya lagi, dengan adanya masukan yang diberikan oleh assesor mengenai sarana praktek bagi mahasiswa menjadi poin tertinggi. Yaitu ruang praktek yang dapat memberikan income dan dapat bermanfaat bagi masyarakat menjadi poin yang harus segera diselesaikan.

“Ruang praktek selain digunakan untuk peraktek mahasiswa juga harus dijadikan bengkel resmi yang mampu memberikan income dan melakukan interaksi dengan masyarakat langsung,” ungkap Drs. Sidiq Rusmanto, ST., Msi selahsatu assesor saat memulai assesmen pada Rabu, (15/8/2019). (Upt.promosi)

 

 

 

 

 

. (Upt.promosi)

Blog Attachment