UMRI Raih Rekor MURI “Tanjak Tebing Runtuh Terbesar”

tanjak1

umri.ac.idPenobatan tanjak terbesar di Indonesia yang bertempat di halaman kampus utama Universitas Muhamdiyah Riau (UMRI). Umri mencatatkan namanya di museum rekor Indonesia (MURI) sebagai pembuatan replika tanjak terbesar jenis tanjak tebing runtuh di Indonesia Ahad, (31/3/2019).

Pembuatan replika tanjak jenis tanjak tebing runtuh yang  berukuran super besar yaitu berdiamater 6 meter dan tinggi 4 meter dan panjang kain mencapai 300 meter dan memakan waktu pembuatan selama 15 hari dikerjakan siang malam oleh mahsiswa dan alumni. Pihaknya memilih tanjak untuk mencatat sejarah rekor muri adalah bagian dari pelestarian budaya melayu bersama provinsi riau.

Rekor ke 8.940 di persembahkan oleh Muri kepada Universitas  Muhammadiyah Riau dengan pengganugerahan piagam sertifikat tanjak terbesar di Indonesia jenis tanjak tebing runtuh.

Acara yang dihadiri oleh Gubernur Riau yang diwakili oleh Dinas Kebudayan Provinsi Riau Yose Rizal Zain, Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAM) Datuk H. Al Azhar, Tim Verifikasi Muri, Diritel Polda Riau, PWM Riau, Alumni dan civitas akademiaka umri berlangsung sangat meriah dengan adanya stand dan bazar. Rangkaian acara yang berlangsung hingga petang ini berjalan dengan lancar dan akan berakhir pada Selasa (2/4/2019).

Dalam acara tersebut suasana adat melayu kian terasa dikarenakan seluruh yang hadir tampak mengenakan tanjak dengan beragam jenis dan corak. Ada sebanyak 500 tanjak dibagikan dalam acara tersebut.

“selamat atas pencatatannya hari ini kami dari museum rekor indonesia mempersembahkan dengan bangga kepada universitas muhammadiyah riau piagam penghargaan pembuatan replika tanjak jenis “Tanjak Tebing Runtuh” terbesar di Indonesai,” kata Awan Rahargo selaku tim verifikasi Muri dalam sambutannya

Tanjak merupakan sebuah ungkapan rasa hormat yang diletakkan diatas kepala. Tanjak sendiri memiliki beragam macam jenis sejauh ini ada 76 jenis bahkan lebih yang sudah di inventarisir salah satunya adalah tanjak tebing runtuh.

“tanjak bukan sebuah permainan, tanjak sekali lagi menjadi terikat dengan posisinya di atas kepala. Apakah bagian yang paling bermarwah dibagian manusia selain kepala?,” ujar Datuk H. Al Azhar selaku ketua LAM Riau.

Ia mengapresiasi dengan adanya tanjak terbesar tersebut yang merupakan salah satu identitas budaya melayu asli. Ia juga berharap akan ada lagi tanjak-tanjak terbesar nantinya.

Rasa syukur disampaiakan Dwita selaku ketua panitia atas pencapaian yang diperoleh pencatatan rekor muri tanjak terbesar yang ditorehkan umri. ia berharap dengan adanya rekor ini dapat meningkatkan perekonomian dalam bidang wirausaha pembuatan tanjak khas melayu.

“rasa syukur alhamdulillah umri berhasil memecahkan rekor muri tanjak terbesar di Indonesia, tanjak yang tuan dan puan kenakan dan tanjak yang terbesar itu merupakan tanjak buatan kelompok wirausaha program studi  ekonomi pembangunan semester empat,” kata Dwita

Umri juga berambisi untuk melestarikan dan mengimplementasikan budaya melayu dalam kehidupan sehari-hari termasuk di lingkungan kampus. Pihaknya akan berencana untuk menetapkan hari mengunakan pakain melayu.

“kita sudah menorehkan rekor muri, menindak lanjuti hal demikian kita akan buat SK rektor untuk mengimplementasikan dan menetapkan hari menggunakan pakaian melayu lengkap dengan selempang  di kampus umri,” kata Mubarak selaku rektor umri.

Mubarak menambahkan memakai pakaian melayu akan diwajibkan bagi setiap dosen dan karyawan sebagai upaya pelestarian budaya melayu riau.

“kita wajibkan pemakaian pakaian melayu ini kepada setiap dosen dan karyawan di umri dan akan kita realisasikan insyaallah juni,” pungkas Mubarak. (upt.promosi)

Blog Attachment