Pengembangan Perangkat Dan Media Pembelajaran Kolaboratif Bagi Dosen Dan Guru

1

Pekanbaru– Dalam rangka melaksanakan salah satu tugas tridharma perguruan tinggi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMRI gelar workshop pengembangan perangkat dan media pembelajaran kolaboratif bagi dosen dan guru pada Selasa (7/8/2018). Kegiatan ini diikuti oleh Guru SMK di Kota Pekanbaru. program ini merupakan kesempatan yang diberikan Dirjen Belmawa Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) kepada Fakultas Keguruan da Ilmu Pendidikan(FKIP) UMRI dalam hibah revitalisasi LPTK yang bertujuan  untuk melaksanakan penugasan dosen terjun ke sekolah-sekolah. Bertindak sebagai pembicara dalam workshop tersebut yaitu Dr. Zulirfan, M.Si dan Dr. M.Nasir, S.Si, M.Kom.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Rektor UMRI, DR Mubarak MSi. Dalam sambutannya, Mubarak menekankan pentingnya pentingnya pengembangan perangkat dan media pembelajaran kolaboratif dalam memperbaiki kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan pasar. Untuk itu, Mubarak menilai, kurikulum yang baik bisa dihasilkan jika semua stakeholder dan pengguna ikut terlibat dalam penyusunannya.

Mubarak juga menekankan kepada peserta workshop agar mampu menyesuaikan diri dengan kondisi terkini. Menurut dia, anak yang diajarkan saat ini adalah generasi millenial. Mereka hidup di era revolusi industri 4.0 yang akrab dengan dunia digital dan kecerdasan buatan. Sementara, pengajarnya kebanyakan generasi yang hidup di era revolusi industri 3.0. Tak heran, mahasiswa dan siswa sekarang cenderung lebih pintar. Mereka lebih paham tentang berbagai hal meski tak membaca buku.

“Di kelas, mereka seperti tidak memperhatikan guru atau dosennya mengajar. Namun ketika ditanya, mereka bisa menjawabnya,” ungkap Rektor. Melihat kondisi ini, Mubarak tak menutup kemungkinan jika kelak keberadaan guru tergantikan dengan teknologi. Namun, Rektor menekankan, tetap ada sesuatu yang tidak bisa digantikan oleh teknologi. Itulah yang dapat dimanfaatkan oleh dosen dan guru saat ini. Langkah awalnya, yaitu lewat perbaikan kurikulum yang mesti mengikuti zaman.

“Untuk itu, kemitraan harus berlanjut. Dosen harus sering turun ke sekolah-sekolah, bertemu guru dan melihat kondisi saat ini. Jika tidak, maka guru akan kalah dengan siswa,” tegasnya.

Ditambahkan Mubarak, Umri beberapa waktu lalu telah menyusun Kurikulum sesuai dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Untuk teknisnya, diwujudkan lewat program yang didukung kementerian ini. Dalam program ini, kurikulum dijabarkan lagi dengan pemaparan soal pola pembelajaran yang baik. Termasuk perangkat sesuai mata pelajaran yang dipelajari itu.

“Disini ada diskusi dan berbagi. Instruktur akan memberi materi lalu didiskusikan bagaimana pengembangan perangkat pendidikan di sekolah. Misalnya mata pelajaran biologi, apa saja perangkat yang harus disiapkan agar tujuan pembelajaran tercapai,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Dekan FKIP Edi Ismanto ST MKom, menyampaikan bahwa dalam rangkaian kegiatan ini  akan dikemas  Program kemitraan penugasan dosen ke sekolah (PDS).Program ini diharapkan bisa memberi pengalaman untuk dosen FKIP agar berkolaborasi dengan guru di sekolah. Sehingga mereka memahami seperti apa kebutuhan perangkat  dan media pembelajaran yang diperlukan untuk memaksimalkan proses mengajar di sekolah.

Kegiatan itu juga menjadi ajang sharing informasi keilmuan pengajaran serta berbagi perangkat ajar dengan perkembangan teknologi saat ini. Tujuannya, bagaimana mendapatkan  metode pembelajaran yang lebih baik agar menghasilkan cara belajar yang tepat dan menggembirakan.

“Kemudian kami juga mengharapkan terciptanya kemitraan yang sejati antara FKIP UMRI dengan sekolah mitra,” terang Edi. Untuk itu, dalam teknisnya, para dosen UMRI akan mengajar bersama guru disekolah selama delapan kali pertemuan dalam 2 bulan.

Edi menegaskan, jadwal mengajar disesuaikan dengan kondisi di sekolah. Sehingga dipastikan kegiatan tersebut tidak akan mengganggu aktivitas belajar mengajar yang sudah terjadwal di sekolah. Kemudian, di tahap akhir, akan ada assessment penilaian bagi siswa serta dihasilkannya jurnal pembelajaran.

Sasaran mata pelajaran disesuaikan dengan Program Studi yang ada di FKIP. Yaitu, Program Studi Pendidikan Informatika, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Program Studi Pendidikan IPA dan Program Studi Pendidikan Elektronika.

“Jadi sekolah yang ditunjukpun adalah sekolah yang memiliki kompetensi ilmu yang sesuai dengan Program Studi yang ada di FKIP UMRI,” ungkapnya.

Blog Attachment