Teken MoU dengan PCR dan Univrab, Rektor Umri: Perguruan Tinggi Harus Kerjasama

IMG_3232

Pekanbaru (www.umri.ac.id)–  Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), Universitas Abdurrab (Univrab) bersama Politeknik Caltex Riau (PCR) jalin kerjasama di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Lewat kerjasama itu, diharapkan fungsi tri dharma perguruan tinggi bisa lebih maksimal dilakukan.

Sebagai tanda adanya kerjasama, Rabu (28/2/2018) lalu, Rektor Umri, Rektor Univrab dan Direktur PCR tandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU). Penandatanganan itu diiringi komitmen untuk memajukan kualitas ketiga perguruan tinggi.

Direktur PCR, Dr Hendriko ST MEng dalam sambutannya menjelaskan bahwa pertemuan ini adalah ide dari Rektor Univrab, DR Arisman Adnan MSc. “Perguruan tinggi swasta maupun negeri mau tak mau harus mealikan kolaborasi. Tak mungkin berkembang sendirian. Apalagi perguruan tinggi swasta dengan berbagai keterbatasan yang dimiliki harus memperbanyak kerjasama,” kata dia.

PCR juga membuka diri untuk sharing apapun yang dapat dikembangkan. Misalnya, kerjasama dengan Umri yang sudah lama berjalan. Beberapakali juga sudah ada training internal yang menghadirikan dosen Umri.

Diakuinya, politeknik saat ini memang sedang naik daun. Karena perhatian pemerintah sangat besar. Buktinya PCR mendapat bantuan hibah berupa alat yang memang kalau pakai biaya sendiri, akan berat sekali pengadaannya. “Mudah-mudahan makin banyak riset dan kerjasama perguruan tinggi dengan adanya MoU ini,” harap Hendriko.

Sementara itu, Rektor Umri, DR Mubarak MSi menegaskan bahwa tantangan perguruan tinggi kedepan sangat kompleks. Banyak sekali tata kelola yang harus diikuti. Oleh karena itu, perguruan tinggi tak bisa sendirian tapi harus bisa bekerjasama.
“Kalau perguruan tinggi negeri semua sudah tersedia. Kalau swasta, harus semuanya dipersiapkan. Kalau dikerjakan sendiri tentu butuh waktu lama,” terangnya. Melihat kondisi itu, ia menilai perguruan tinggi yang tak berpikir jauh kedepan akan keropos dan lama-lama hancur.

Mubarak menambahkan, jika nanti perguruan tinggi dari luar negeri dibuka di Indonesia, maka saingan Umri, Univrab atau PCR bukan lagi perguruan tinggi lokal. Melainkan dari luar negeri. Untuk itu, ia menegaskan perlu menaikkan kualitas universitas.

Itulah kenapa Mubarak mengaku senang dengan adanya kerjasama tiga perguruan tinggi ini. Sehingga berbagai masalah dapat dicari solusinya. Disamping itu, bisa juga dengan kerjasama perbaikan tata kelola yang berbasis teknologi informasi, pengelolaan SDM lewat pelatihan dan lain-lain.

Rektor Univrab juga berharap kerjasama ini ada kolaborasi di bidang ilmu kesehatan dan informatika.**Humas.

Blog Attachment