Mantap, Proposal Pengabdian Masyarakat Umri Disetujui Terbanyak di Kopertis X

mubarak-ajak-lupakan-perbedaan-saat-pemilihan-rektor

Pekanbaru (www.umri.ac.id) – Sebanyak 23 proposal dari dosen Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) lolos dalam program penelitian dan pengabdian masyarakat di tahun 2018. Setidaknya ada Rp943 juta dana yang tersalurkan untuk membiayai 23 proposal tersebut.

Menurut Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Umri, M Ridha Fauzi, Senin (5/2/2018), jumlah proposal dan dana yang diterima Umri meningkat dibanding tahun lalu. “Kalau tahun lalu, ada 21 proposal yang diterima. Kali ini bertambah dua lagi untuk proposal pengabdian masyarakat,” terangnya.

Dijelaskan dia, proposal-proposal itu adalah bagian dari 44 proposal yang diajukan Umri ke Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi di tahun 2017 lalu. Dengan rincian, 30 proposal penelitian dan 14 proposal pengabdian masyarakat. Total dananya sekitar Rp2,1 Miliar.

Dari pengajuan itu, yang lolos adalah 19 proposal penelitian dan 4 proposal pengabdian masyarakat. Sementara, total dana yang disetujui sebesar Rp943 juta.

“Untuk pengabdian masyarakat, Umri yang paling banyak proposalnya disetujui dari seluruh perguruan tinggi swasta di wilayah Kopertis X,” ungkap Ridha.

Jenis penelitian yang lolos adalah Penelitian Strategis Nasional (3 judul), penelitian unggulan perguruan tinggi (1 judul), penelitian disertasi doktor (2 judul) dan penelitian kerjasama antarperguruan tinggi (1 judul) serta penelitian dosen pemula (12 judul).

Untuk proposal penelitian ini, tiga di antaranya merupakan lanjutan dari tahun sebelumnya. Sementara, untuk proposal pengabdian masyarakat, jenisnya yaitu program kemitraan masyarakat (4 judul). Proposal yang lolos ini didominasi dari Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik dan FMIPA dan Kesehatan.

Tanggal 15 Februari, Rektor, DR Mubarak MSi dan ketua LPPM menandatangani kontrak kerjasama antara Kopertis X dengan Umri. Kemudian, setelah kontrak, LPPM membuat sub kontrak dengan peneliti.

“Penelitian biasanya berlangsung mulai Maret sampai akhir Oktober,” ungkapnya. Akhir dari penelitian ini diharapkan menghasilkan paten, menghasilkan jurnal internasional terindeks, masuk jurnal nasional terakreditasi dan masuk jurnal nasional yang memiliki ISSN.

Sementara itu, untuk memperkuat dana dari Dikti, Umri juga menyediakan dana penelitian untuk dosen-dosen lain. Jumlahnya Rp340 juta.

Diterangkan dia, seluruh penelitian di Umri diarahkan sesuai rencana induk penelitian. Dimana di antaranya itu yang lolos diarahkan ke penelitian unggulan perguruan tinggi. Salah satu topiknya tentang pengembangan teknologi kesehatan dan obat.

Keuntungan Umri, yaitu diraihnya paten. Ini juga bisa memperbanyak jumlah jurnal yang terindeks dan terakreditasi dari Umri. Kemudian pada akhirnya akan meningkatkan akreditasi program studi dan universitas. Penelitian ini juga mempercepat kenaikan jabatan fungsional dosen.Humas