Muhammadiyah Riau Diskusikan Imbas Industri pada Kerusakan Lingkungan

mlhm

Jelang tutup tahun Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau menggelar diskusi. Bahas, imbas kegiatan industri pada kerusakan lingkungan.

Riauterkini-PEKANBARU-Ketua Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Riau, Dr Mubarak menyesalkan dampak kerusakan lingkungan akibat aktivitas alih fungsi lahan berlebihan tanpa kontrol yang dilakukan sejumlah perusahaan besar di Riau.

Dia juga menilai sejumlah perusahaan besar tersebut menjadi sumber kerusakan lingkungan yang hanya memperhatikan kebutuhan ekonomi dalam melakukan aktivitas produksinya tanpa memperhatikan keberlanjutan kondisi lingkungan itu sendiri.

Hal itu disampaikan langsung oleh Mubarak saat mengikuti diskusi Refleksi Pengelolaan Lingkungan Hidup di Kampus II UMRI, Jalan Tuanku Tambusai, Selasa (19/12/17). Sebagai salah satu pakar lingkungan, dia menuturkan perusahaan yang bergerak di bidang usaha yang berpotensi mempengaruhi kondisi lingkungan tersebut semestinya mempunyai teknologi ramah lingkungan agar bisa mengantisipasi dampak kerusakan dari aktivitas produksi yang dijalankan.

“Kami (Muhammadiyah) ingin mengajak semua pihak peduli terhadap lingkungan. Di sini (Riau) kami melihat bahwa sudah banyak terjadi kerusakan lingkungan yang sangat mengkhawatirkan. Salah satunya terjadi alih fungsi lahan yang berlebihan tanpa kontrol. Pelaku produksi seharusnya juga melihat ke arah dampak lingkungan yang ditimbulkan dari kondisi itu. Namun nyatanya tidak, keberlanjutan lingkungan sering diabaikan dan hanya menghitung hasil produksifitas saja. Akibatnya lingkungan pun menjadi rusak,” ujarnya disela diskusi.