Pengajian rutin Jumat HIMA Keperawatan Universitas Muhammadiyah Riau

23843500_365108813917315_7085974023537842125_n

Pengajian rutin Jumat yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Keperawatan Universitas Muhammadiyah Riau sebagai bagian dari perwujudan aplikasi catur darma Program Studi D. III Keperawatan yaitu Al islam dan Kemuhammadiyahan untuk mencapai visi dan misi Program Studi untuk membentuk mahasiswa keperawatan yang bermarwah dan bermartabat.

 

Kegiatan ini dilaksanakan setiapJumat, kemarin tanggal 24 November 2017 jam 07.00 s. 18.30 wib dilaksanakan pengajian di Masjil Baitul Hikmah Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Riau. Sebagi MC yaitu Supriyati Zebua (mahasiswa semester 1), Penceramah yaitu Finza Nurzekha (mahasiswa semester 1) Qariah yaitu Adila aswindri akbar (mahasiswa semester 1). Selanjutnya Pengarahan yang diberikan oleh Ketua Program Studi D. III Keperawatan (Ns. Isnaniar, S.kep,M.Kep) yang kembali mengingatkan kepada seluruh mahasiswa keperawatan UMRI “agar selalu menjaga marwah dan martabatnya, harus menjadi role model bagi mahasiswa jurusan lainnya, tidak melakukan kegiatan yang mengundang fitnah dari orang lain selalu lakukan kegiatan positif.”

 

Tema tausyiah yang disampaikan adalah Sabar dan Istiqamah. “Puncak dari segala upaya dan ikhtiar adalah terus bersabar dan berusaha istiqamah, saat ini di sekeliling kita telah terkepung segala kemaksiatan yang seringkali tak mampu kita hindari seperti di kampus, fasilitas umum dan sarana transportasi telah dipenuhi oleh budaya percampuran bebas yang telah berlangsung semenjak lama. Ujian dan cobaan akan selalu membuat kita lebih matang dan dewasa dalam menjalani kehidupan. Jadi, tetaplah bersabar dengannya. Selanjutnya, jangan pernah berhenti untuk selalu meminta pertolongan dan jalan keluar yang terbaik, agar bisa segera keluar dari segala permasalahan. Bukankah Allah Subhaanahu wa ta’ala sendiri yang menyatakan bahwa:

اسْتَعِینُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّھَ مَعَ الصَّابِرِینَ

Mintalah pertolongan kepada Allah dengan kesabaran dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah:153)”

Allah Subhaanahu wa ta’ala berfirman,

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ یُتْرَكُوا أَنْ یَقُولُوا آَمَنَّا وَھُمْ لَا یُفْتَنُونَ

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi?” (Al-Ankabut:2)

Maka, ketika ujian yang datang silih berganti itu terus bergulir seperti tak-kan pernah berhenti dan semakin terasa memerihkan, janganlah pernah kita merasa putus asa dari rahmat Allah Subhaanahu wa ta’ala. Allah Subhaanahu wa ta’ala berfirman,

وَلَا تَیْئَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّھِ إِنَّھُ لَا یَیْئَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّھِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (Yusuf : 87)”

 

Blog Attachment