Angkat Sumpah Ahli Madya Keperawatan Prodi D. III keperawatan Universitas Muhammadiyah Riau

23559806_10211042479364162_4519083967489799075_n
Kegiatan Angkat Sumpah Ahli Madya Keperawatan (AMK) lulusan Prodi D. III Keperawatan Universitas Muhammadiyah Riau dilaksanakan pada hari Kamis 15 November 2017 di Ruang Aula Gedung Rektorat Kampus 2 UMRI beberapa waktu yang lalu. Kegiatan ini sebagai kewajiban Institusi terhadap profesi, setiap lulusan harus melakukan angkat sumpah sebelum melaksanakan profesinya sebagai perawat. Dewan sidang angkat sumpah terdiri dari Dewan Pimpinan  Wilayah Persatuan perawat Nasional Indonesia Provinsi Riau (Ketu sidang: Ns. H.Suhud, S.Kep), Ketua Prodi D. III Keperawatan (Ns. Isnaniar, S.kep,M.Kep) dan Dekan Fakultas MIPA dan Kesehatan (Juli Widiyanto,S.Kep,M.Kes) yang mana juga sebagai saksi dalam angkat sumpah ini.
Adapun susunan acara pada kegiatan ini antara lain:
1. Pembukaan
2. Pembacaan ayat suci Alqur’an
3. Pembukaan sidang angkat sumpah oleh ketua sidang
4. Pembacaan SK Yudisium lulusan Prodi D. III Keperawatan UMRI
5. Prosesi Angkat Sumpah Ahli Madya Keperawatan oleh DPW PPNI Provinsi Riau dan Rohaniawan H. Suhardi HS. S. Ag. MA
6. Penandatangan surat pernyataan telah angkat sumpah dan Berita Acara
7. Penyerahan Dokumen Buku Kode Etik Keperawatan dan Pin PPNI kepada perwakilan perawat baru angkat sumpah
8. Penutupan sidang angkat sumpah
Sumpah Perawat Indonesia merupakan sumber nilai moral dalam praktik keperawatan yang dilaksanakan oleh setiap perawat yang telah lulus pendidikan keperawatan dan siap melakukan praktik keperawatan. Sesuai dengan Undang-Undang nomor 38 tahun 2014 tentang Keperawatan, bahwa Sumpah Perawat Indonesia merupakan persyaratan bagi perawat guna melakukan registrasi untuk memperoleh Surat Tanda Regristrasi (STR), sebagai bentuk bahwa perawat dapat melaksanakan tugas dan wewenang dalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien.
Sumpah Perawat Indonesia, juga merupakan hal penting bagi perawat dimana sumpah tersebut mengandung arti tanggung jawab dan perkataan janji kepada diri sendiri dan hubungan antara individu dengan penciptanya.
Perawat memiliki tanggung jawab utama yaitu untuk memberikan pelayanan keperawatan kepada setiap individu yang membutuhkan. Pelayanan keperawatan diberikan oleh perawat mulai dari awal kehidupan, sampai individu menghadapi proses kematiannya. Pelayanan keperawatan diberikan kepada individu, keluarga, kelompok dan komunitas. Perawat memiliki empat tanggung jawab yang mendasar, yaitu: untuk mempromosikan kesehatan, mencegah penyakit, memperbaiki derajat kesehatan, mengurangi penderitaan. Untuk menjalankan tanggung jawab ini, profesi keperawatan melindungi kepentingan perawat dalam memastikan praktisi/ pelaksana keperawatan mematuhi kode etik profesi keperawatan.
Perawat adalah seseorang yang telah menyelesaikan program pendidikan keperawatan, berwenang di Negara bersangkutan untuk memberikan pelayanan dan bertanggung jawab dalam peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit serta pelayanan terhadap pasien. Menurut UU Nomor 38 tahun 2014 tentang Keperawatan pasal 1, bahwa seseorang yang telah lulus pendidikan tinggi Keperawatan, baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan. Perawat yang menjalankan praktik keperawatan wajib memiliki Surat Tanda Regristrasi (STR). Salah satu syarat memiliki STR adalah memiliki surat pernyataan telah mengucapkan sumpah profesi. Meninjau tentang perihal tersebut diatas maka pelaksanaan sumpah perawat merupakan tahap penting sebelum melakukan tindakan keperawatan kepada klien.
Profesi keperawatan yang tergabung dalam institusi kesehatan di Indonesia melakukan pelaksanaan sumpah sesuai standar profesi. Standar asuhan keperawatan memiliki definisi pernyataan kualitas yang di nilai dari pemberian asuhan keperawatan terhadap pasien atau klien. Hubungan antara kualitas dan standar menjadi dua hal yang saling terkait erat, karena melalui standar dapat dikuantifikasi sebagai bukti pelayanan meningkat dan memburuk (Wilkinson, 2006 dalam INNA-PPNI, 2015). Sumpah di profesi keperawatan menjadi suatu hal yang dapat digunakan untuk mempertahankan atau meningkatkan kualitas pemberian asuhan. Hal tersebut dikarenakan sumpah yang dilontarkan merupakan janji perawat terhadap diri kepada Tuhan, bangsa dan negara.
Blog Attachment