Haedar: Rektor Umri Ini Pemimpin yang Progresif

IMG_1908

Pekanbaru (www.umri.ac.id) – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr KH Haedar Nashir MSi mengapresiasi perkembangan Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) saat berkunjung ke kampus itu, Rabu (24/5). Menurutnya, perkembangan Umri cukup pesat meski usianya masih tergolong muda.

Hal itu disampaikan Haedar ketika memberi kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa di Gedung 7 Lantai Kampus II Umri. Selain mahasiswa, juga hadir Rektor Umri, DR Mubarak MSi, wakil rektor, karyawan dan sejumlah pengurus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau.

“Khusus Umri, PP Muhammadiyah memberi apresiasi yang tinggi. Karena Umri ini termasuk universitas Muhammadiyah yang pesat kemajuannya. Baik secara kuantitas maupun sarana dan prasarana,” kata Haedar.

Di tangan Rektor Mubarak, dia yakin Umri mampu menjadi center of excellence atau pusat keunggulan di Riau hingga Sumatera. Apalagi dia menilai Mubarak termasuk pemimpin yang progresif. Disokong pula oleh Wakil Rektor dan sejumlah elemen di internal Umri yang progresif.

Keyakinan Haedar itu didukung pula dengan kemampuan Umri meraih akreditasi B secara kelembagaan maupun untuk program studinya. Padahal, banyak universitas negeri yang sudah lama berdiri tapi masih terakreditasi C.

Dengan segala kemajuan ini, ia berharap, Umri mampu menjadi pilar strategis nasional. “Karena itu kami berharap lulusan Umri mampu menjadi kader umat dan bangsa yang mampu memberi pencerahan bagi bangsa,” kata dia. 

Haedar memaparkan bahwa tantangan mahasiswa kedepan sangat besar. Karena sebelumnya Indonesia sempat memimpin dibanding sejumlah negara lainnya di Asia Tenggara. Tapi, di awal reformasi, kondisi Indonesia sempat menurun.

Agar bisa maju, maka ia menilai Indonesia butuh mahasiswa yang mempunyai mental mulia. Disamping itu, harus mempunyai mental yang relijiusitas. Dengan mental ini, maka seseorang akan jujur dan terpercaya. Sikap ini pasti disukai dalam usaha apapun.

Mentalitas lain yang perlu dikembangkan adalah kemandirian. Tiap orang bisa sukses jika mandiri. “Bantuan orang dilipatgandakan sebagai energi. Bukan justru menjadi tempat untuk bergantung,” katanya.

Lalu mentalitas cerdas berilmu. Mahasiswa Muhammadiyah harus cerdas. Karena itu, harus mau melatih otak dengan belajar, menjawab pertanyaan dan sebagainya. Kemudian yang keempat harus memiliki etos kerja yang tinggi, positif, keras dan tidak malas. Karena Tuhan tak pernah menyukai orang yang malas.

Terakhir, setelah lulus dan kembali ke keluarga, harus dirawat dengan baik. Selanjutnya, harus mau berbagi ilmu, rejeki dan kemampuan kepada orang lain. Karena orang terbaik adalah yang memberi manfaat pada orang lain.

 

Sementara itu, di kesempatan yang sama, Rektor sempat memperkenalkan tim media center Umri yang terdiri dari sejumlah jurnalis yang kerap membantu menyebarkan informasi tentang universitas.

Disamping itu, Rektor juga memaparkan tentang perkembangan Umri dalam sembilan tahun terakhir. Seperti pencapaian akreditasi B untuk lembaga dan program studi (prodi). Disamping itu, Umri juga sudah menambah tujuh prodi baru dalam tiga tahun terakhir.

“Di antaranya adalah prodi hubungan masyarakat yang saat ini satu-satunya di Sumatera. Disamping itu, ada juga Fakultas Studi Islam yang SK pembentukannya sudah diterima,” kata Mubarak.

Sementara, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Riau, Wan Abubakar meyakini Umri bisa berkembang lebih pesat. Bahkan bisa menjadi universitas yang terbaik di Riau. Hal itu menurut dia bisa dicapai jika semua pihak mau bekerjasama. (humas)

Blog Attachment