UMRI Gelar Kuliah Umum

DSCF7321Pekanbaru – Prof.Dr.H.Edy Suandi Hamid,M.Ec beri motivasi kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) terkait persiapan diri dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Sedangkan  Prof.Dr.H.Syaiful Bakhri,SH,MH memberikan materi tentang Politik Hukum Pembahuruan dan Hukum Pidana Nasional.

 

Kuliah umum bertema tantangan perekonomian Indonesia kini dan MEA dan Politik Hukum Pembahuruan Hukum Pidana Nasional ini dilaksanakan, Kamis (24/3) di aula lantai III kampus I UMRI tersebut ikut juga dihadiri Rektor UMRI Dr.H.Mubarak,M.Si, para Wakil Rektor, Dekan, Dosen dan ratusan mahasiswa. Dalam kesempatan itu, Prof.Edy mengatakan bahwa pelaksanaan MEA ini, siap atau tidak siap harus dijalani masyarakat Indonesia.

 

Dan Prof.Dr.H.Syaiful Bakhri,SH,MH menyampaikan perjuangan menegakkan keadilan harus dilakukan dengan sungguh, tulus dan karakter kebangsaan sesuai dengan Pancasila dan keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Bahwasanya kita tahu Indonesia memiliki beragam suku bangsa yang memiliki budaya yang beragam. Oleh kita ingin memotivasi mereka agar siap menghadapi perubahan di negara ini dan dunia, ini tidak bisa kita sikapi dengan biasa, harus kerja keras,” kata Edy.

 

Dia menyebut hal itu tidak cukup hanya dengan mahasiswa memiliki kemampuan akademik seperti memiliki IPK 4.00. Mahasiswa juga harus memiliki keunikan atau skil yang bisa diandalkan dan harus memiliki spesifik keahlian. Mahasiswa juga harus mengusai bahasa asing, serta mampu kemampuan berkomunikasi dengan baik.

 

“Ini hanya bisa dilakukan oleh mahasiswa dengan dia belajar sendiri, karena tidak semua diberikan pihak Universitas, kita atau mahasiswa itu sendiri yang harus punya keinginan untuk terus mengasah kemampuan diri,” pungkasnya.

 

Sementara Rektor Mubarak, menjelaskan untuk sosialiasi MEA ini dikampus UMRI sejak 2015 sudah dilakukan, begitu juga dengan melakukan kesiapan bagi mahasiswa, salah satunya adalah penguatan bahasa, dimana Mahasiswa yang mau tamat harus memiliki tofel pada jumlah kata-kata tertentu, dan juga penguasaan bahasa Jepang.

 

“Kita harus siap, kemajuan tidak bisa dan boleh kita bendung, kita yang harus mempersiapkan diri, dan jangan sampai kita tertinggal dengan berbagai kemajuan tersebut, kita harus siap. Ujarnya.(Humas)

 

DSCF7322DSCF7323DSCF7324DSCF7325

Blog Attachment