STUDY MUHIBBAH PIMPINAN WILAYAH MUHAMMADYAH RIAU KE KUNMING – CHINA

yunnanPimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau periode 2010-2015 dalam penjabaran dan merealisasikan program kerjanya telah melakukan kunjungan ke Singapura, Hongkong dan Kunming-Cina dengan kegiatan Study Muhibbah.

Delegasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau berjumlah 16 (enam belas) orang di bawah Ketua Rombongan Prof. Dr. H. Sudirman M. Johan, MA (Wakil Ketua PW Muhammadiyah Riau), dan kunjungan muhibah ke kota Kunming provinsi Yunnan, RRT, telah dilaksanakan pada tanggal 24 — 28 Februari 2013.

 

Dalam kunjungan muhibah tersebut, dengan didampingi pelaksana fungsi Sosial dan Budaya KBRI Beijing, delegasi telah mengadakan pertemuan dan kunjungan ke beberapa Institusi terkait di Kunming, antara lain; mengunjungi Masjid Shuncheng. Dalam kegiatan tersebut delegasi diterima oleh Bapak Qian Lei (Wakil Direktur Urusan Agama Kota Kunming), Bapak Ma Yong (Wakil Ketua Asosiasi Islam Kunming), serta beberapa pimpinan dan jamaah Masjid Shunceng. Delegasi diajak berkeliling untuk meninjau fasilitas yang dimiliki Masjid, antara lain ruang tamu VIP, Museum, Perpustakaan, dan ruang belajar bagi santri/dosen/ulama, serta ruang khusus bagi perempuan.

 

Masjid Shunceng adalah masjid terbesar di Kunming, terletak di pusat kota dan menempati area seluas 5.445 meter persegi. Masjid ini dibangun oleh Kaisar Hongxi pada zaman Dinasti Ming (1425-1426), dan telah mengalami beberapa kali renovasi, namun tetap mempertahankan arsitektur Tiongkok. Masjid ini memiliki pesantren yang mengajarkan bahasa Arab, pengetahuan dasar Islam, AI-Qur’an, dan hadits. Saat ini tercatat 200 orang santri, sebahagian dari mereka tinggal di asrama dan sebahagian adalah masyarakat sekitar.

 

Selanjutnya pertemuan dilakukan dengan pimpinan Asosiasi Islam Provinsi Yunnan, dan delegasi diterima oleh Bapak Ma Kaixian (Direktur Asosiasi Islam Yunnan), Bapak Wang Guoqing (Wakil Ketua Asosiasi), para staff Asosiasi dan didampingi oleh Bapak Zhang Yang pejabat dari Kantor Urusan Luar Negeri Provinsi Yunnan. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Ma Kaixian mengucapkan terima kasih atas nama 700 ribu warga Muslim di Yunnan, dalam kunjungan delegasi Muhammadiyah Riau tersebut.

 

Selain daripada itu, juga disampaikan perkembangan Muslim di Yunan, sejarah pendirian Asosiasi, serta fungsi dan peran Asosiasi. Adapun tugas utama utama Asosiasi, antara lain: Mengurus pemberangkatan jamaah Haji yang berasal dari Yunnan (tahun 2012 terdapat 1.400 jamaah); Dakwah Islam di Masjid-masjid Provinsi Yunnan (saat ini terdapat 900 Masjid); dan Mengembangkan madrasah yang dimiliki Asosiasi yang saat ini mempunyai 160 siswa setingkat Perguruan Tinggi.

 

Dijelaskan pula bahwa santri lulusan terbaik akan dikirim untuk memperdalam ilmu di Luar Negeri, dan dalam hal ini Asosiasi telah melakukan kerjasama dengan Negara Mesir dan Pakistan. Salah satu kegiatan rutin tahunan Asosiasi adalah menyelenggarakan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi.

 

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. H. Sudirman M. Johan, MA (Ketua rombongan/Wakil Ketua PW Muhammadiyah Riau) menyampaikan bahwa Muhammadiyah merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia dan ada dihampir seluruh Negara Asean, dengan tugas utama adalah Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Mungkar. Dalam penjabaran gerak dan langkahnya, maka Muhammadiyah melaksanakan programnya melalui beberapa bidang, antara sosial, pendidikan dan agama. Program-program tersebut meliputi antara lain: Dalam bidang pendidikan, telah dibangun dan dikembangkan sekolah-sekolah/madrasah sebagai lembaga pendidikan formal dan non-formal mulai dari tingkat Bustanuf Atfal, Sekolah Dasar, Sekolah Lanjutan, Pesantren bahkan sampai Perguruan Tinggi.

 

Dalam bidang sosial, telah dilakukan dengan membangun Rumah Sakit, Panti Asuhan Yatim-Piatu, dan Panti Jompo. Untuk bidang agama, Muhammadiyah telah membangun Masjid/Mushallah dan Pondok-pondok Pesantren, yang seluruhnya hampir ada diseluruh Provinsi, dan Muhammadiyah bergerak melalui amal usahanya sesuai dengan kaidah Islam.

 

Dalam kesempatan pertemuan tersebut, pimpinan Delri menawarkan kerjasama untuk pertukaran Dosen dan Mahasiswa antara Asosiasi Islam Provinsi Yunnan dengan Universitas Muhammadiyah Riau. Akhirnya pertemuan tersebut ditutup dengan penukaran cendera mata.