Umri Targetkan Peroleh Akreditasi B Untuk 15 Prodi dalam Tiga Tahun Mendatang

DSCF6558Pekanbaru, (Humas)– Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), Mubarak menargetkan 15 program studi (prodi) dikampus itu bisa terakreditasi B dalam waktu tiga tahun kedepan. Untuk itu, selasa (3/2), Umri mengundang asesor Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi, Joko Samaiaji. “Itu target semua bisa tercapai. Asalkan kita semua komit, akreditasi B itu bisa kita capai. Kalau bicara kendala, tidak ada lagi,” ujarnya disela workshop strategi penyusunan borang dan dokumen akreditasi institusi dan program studi, Selasa (3/2) di auditorium Umri.

Dikatakan Mubarak, workshop ini merupakan program dalam rangka mencapai akreditasi B untuk setiap prodi. Akreditasi ini perlu dikejar agar sebagai perguruan tinggi swasta, tidak selalu berada dibawah perguruan tinggi negri. Apalagi saat ini pemerintah memberikan kesempatan sama untuk proses akreditasi. Agar akreditasi tersebut bisa dicapai, diperlukan perencanaan yang terstruktur. Selain adanya komitmen dari pimpinan, juga diperlukan kerjasama yang solid dari segenap civitas akademika.

“Melalui program ini kita targetkan semua prodi segera mendapatkan nilai B. Akreditasi ini dikejar agar kita tidak berada dibawah perguruan tinggi negri”, katanya. Menurut Joko Samiaji, Umri punya potensi mendapatkan akreditasi lebih tinggi dari saat ini. Potensi ini sangat luas karena Umri dimotori dosen-dosen muda. Dosen ini memiliki energi positif dan motivasi kuat.

Selain PTS, Umri memiliki hungan yang kuat antara yayasan, perguruan tinggi dan program studi. Tidak di pungkiri banyak PTS saat ini jalan sendiri. Bahkan tak jarang antara yayasan dengan perguruan tinggi justru bersitegang sehingga merugikan mahasiswa.

Sisi lain, Pekanbaru memiliki nilai keislaman yang kental. Universitas bernafaskan Islam sangat diminati dengan syarat kualitas terus dijaga. Agar sesuai standar, menurut joko banyak syarat yang harus dipenuhi agar mutu pendidikan sebuah perguruan tinggi terus meningkat. Termasuk diantaranya jumlah dosen.

Idealnaya, jumlah dosen dan mahasiswa berbanding 1 : 20 untuk program studi IPA dan 1 : 30 maksimal untuk prodi IPS. Sementara Umi saat ini perbandingan dosen dan mahasiswa masih 1 : 40 dengan jumlah mahasiswa aktif 3.150 orang.
Meskipun demikian, jumlah dosen di Umri menurut Mubarak masih relatif tinggi di banding PTS Lainnya. Dalam waktu tiga tahun ini perbandingan tersebut akan terus diperkecil hingga 1 : 30. “Jumlah dosen ini akan terus kita tambah. Dalam waktu dekat kita akan merekrut lagi untuk 15 prodi,”ujarnya.

Disinggung akredtasi institusi, menurut Mubarak, Umri sudah memiliki nilai C sejak 2014 yang lalu. Di Kopertis X, baru empat perguruan swasta yang memiliki akreditasi, salah satunya Umri. Dua prodi dari 15 yang ada bahkan sudah meraih akreditasi B untuk Teknik Otomotif dan Perbankan.

Ditambahkan Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Kontrol Mutu (LP2KM) Umri, M Fikri Hadi, workshop ini berlangsung sehari penuh sejak pagi hingga Selasa sore. Tanggal 17 Februari nanti, seluruh peserta dikumpulkan evaluasi.
Setelah selesai workshop, mereka diberi kesempatan mengisi draft borang selama dua minggu. Setelah itu direview secara internal. “Ini menjadi bukti komitmen terstruktur dan terencana sehingga bisa tercapai target akreditasi B semua,”katanya.