Sejarah Berdirinya Program Studi Pendidikan Informatika

Era globalisasi yang dimotori oleh perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi (TIK) dan dicirikan oleh tingkat persaingan yang semakin ketat menuntut semua pihak untuk senantiasa meningkatkan daya saing dalam upaya memertahankan eksistensinya baik dalam sektor kehidupan ekonomi, sosial, politik, seni, budaya, maupun ideologi. Bangsa Indonesia, sebagaimana bangsa-bangsa lainnya di dunia, tidak punya pilihan lain kecuali menjadi bagian tak terpisahkan dari persaingan tersebut. Universitas Muhammadiyah sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi dituntut untuk memainkan peran penting dalam memasuki era ini. Meningkatkan kinerja di semua aspek dalam pengelolaan lembaga yang meliputi: (i) kurikulum program studi; (ii) sumberdaya manusia; (iii) mahasiswa; (iv) proses pembelajaran; (v) prasarana dan sarana; (vi) suasana akademik; (vii) keuangan; (viii) penelitian dan publikasi; (ix) pengabdian kepada msyarakat; (x) tatakelola (governance); (xi) pengelolaan lembaga (institutional management); (xii) sistem informasi; dan (xiii) kerjasama luar negeri, adalah langkah yang harus senantiasa dilakukan.

Di masa datang perekonomian sebuah bangsa akan lebih ditentukan oleh sejauhmana bangsa tersebut menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada masa knowledge-based economy tersebut, produktivitas dan pertumbuhan ekonomi sebuah bangsa digerakkan oleh ilmu pengetahuan dan teknologi. Peranan lembaga pendidikan tinggi dalam menghadapi kondisi seperti ini sangat strategis, terutama dalam proses pemercepatan terbentuknya tatanan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan (knowledge-based society).

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dipicu oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) merupakan hal yang tak dapat dihindarkan oleh pihak manapun. Dikaitkan dengan konsep ekonomi berbasis pengetahuan, sekali lagi lembaga pendidikan tinggi sebagai salah satu agen perubahan (agent of change) dituntut kiprahnya. Kiprah dimaksud tidak hanya sebatas pendidikan, dalam hal ini proses pembelajaran melainkan juga kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagaimana diamanahkan dalam Catur Dharma Universitas Muhammadiyah Riau.

Muhammadiyah sebagai pilar bangsa yang mempunyai komitmen untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang diridhai Allah SWT, sejak awal telah menjadikan pendidikan sebagai ujung tombak pembangunan bangsa. Kiprah Muhammadiyah dalam dunia pendidikan secara nasional telah dibuktikan dengan berdirinya lembaga-lembaga pendidikan mulai dari pendidikan pra-sekolah hingga perguruan tinggi.

Dengan komitmen dan kesadaran yang mendalam ini, maka pada tanggal 23 Juli 1993, Persyarikatan Muhammadiyah Wilayah Riau mendirikan Akademi Teknologi Otomotif (ATOM) yang selanjutnya pada tanggal 17 Juli 1994 didirikan pula Akademi Perawatan (AKPER) Muhammadiyah dan pada tanggal 5 November 1998 berdiri Akademi Keuangan dan perbankan Muhammadiyah (AKPM) yang berkedudukan di jalan KH. Ahmad Dahlan No. 88 Sukajadi, Pekanbaru.

Dari ketiga akademi tersebut, peningkatannya terus diupayakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau agar dapat menjadi sebuah universitas dengan harapan dapat meningkatkan amal usaha pendidikannya sebagai salah satu pilar dakwah amar ma’ruf nahi mungkar melalui penyelenggaraan pendidikan, khususnya di Provinsi Riau.

Tepat pada tanggal 5 Juni 2008, cita-cita Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau untuk mendirikan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) akhirnya terwujud berdasarkan SK Mendiknas RI No. 94/D/O/2008 yang merupakan Universitas Muhammadiyah ke-39 di Indonesia.

Sejak awal berdirinya, UMRI memiliki 5 fakultas yaitu:
1. Fakultas Teknik
2. Fakultas Ekonomi
3. Fakultas Matematika Ilmu Pengatahuan Alam dan Kesehatan
4. Fakultas Ilmu Komputer
5. Fakultas Ilmu Komunikasi

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Berdiri pada Tanggal 23 April 2014 berdasarkan, Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 09/E/O/2014.