Minat Riset Di Riau Masih Minim, UMRI Berikan Bimbingan Bagi Para Dosen

DSCF6558Pekanbaru (Humas) – Menurut data proposal penelitian yang diterima Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi sangat minim. Diperkirakan hanya 35 persen dari 3.500 dosen yang ada di seluruh Indonesia. Hal ini disebabkan karena kuranya minat para dosen sebagai pengajar melakukan penelitian atau riset agar lebih kreatif, inovatif dan kompetitif. Sehingga bisa menghasilkan suatu hasil yang bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak.

“ Minat penelitian atau riset yang dilakukan para dosen di seluruh Indonesia masih minim, diperkirakan hanya berkisar di angka 35 persen setahun. Jumlah tersebut tidak jauh berbeda dengan minimnya minat para dosen yang ada di Riau,” ujar Prof Dr Saryono Sikumbang, sebagi pemateri dalam acara workshop Penulisan dan Bedah Klinis Proposal Penelitian Desentralisasi DIKTI, yang di selenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Umri, Selasa (27/1) di Aula serba guna Umri.

Kegiatan workshop ini mengambil tema “Meningkatkan Kompetensi Dosen di Bidang Riset yang Kreatif, inovatif, kompetitif, berbasis isu-isu strategis potensi lokal Riau”. Dengan diikuti seluruh dosen yang ada dilingkunagan Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) dan langsung dibuka Rektor Umri, Mubarak.

Dijelaskan Saryono, untuk meningkatkan minat penelitian bagi para dosen, pihaknya sangat mendukung kegiatan seminar atau workshop yang diselenggarakan Universitas. Dengan membuat rencana strategis penelitian oleh Universitas, kegiatan tersebut seiring dengan yang dilakukan Dikti sebagai bentuk sosialisasi untuk meningkatkan minat dosen agar lebih tinggi. Terutama dengan mengangkat isu-isu strategis yang ada dilingkungan sekitar, sehingga bbisa menghasilkan suatu penelitian yang bermanfaat bagi orang banyak.

“Kita berharap penelitian yang dilakukan nantinya bisa menganngkat isu lokal, sesuai dengan yang ada dilingkungan sekitar. Seperti mengenai Sumber Daya Manusia (SDM), Sumber Daya Alam (SDA) dan juga sosial. Intinya para dosen, bisa benar-benar melakukan tiga fungsinya sekaligus. Selain bertugas sebagai pengajar, peneliti juga bisa mengabdikan dengan hasil karyanya kepada masyarakat,” tutur Aaryono.

Sementara ketua LP2M, M Ridho Fauzi menambahkan kegiatan ini sudah dicanangkan jauh sebelumnya. “Diharapkan kedepan kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan bagi Umri, khususnya bagi para dosen yang ada di Umri,” tutup Ridho. (nie)