Mikroba ‘Google’ Alumni UNSOED Menyulap Padang Pasir Jadi Lahan Pertanian

Penelitian Ali ZumSalah satu isu penting abad ini adalah ketahanan pangan baik dunia maupun nasional. Alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan dan gedung serta tingkat kesuburan tanah yang menurun menjadi beberapa penyebabnya. Adalah Dr. Ir. Ali Zum Mashar, MAMS ID menemukan terobosan luar biasa sehingga menemukan BioP 2000Z yaitu Hydro Cloning berbagai jenis mikroba yang berfungsi sebagai pelacak potensi kandungan mineral tanah dan air yang tersembunyi sebagai bioaktivator sehingga diharapkan mampu untuk mengkondisikan kesuburan tanah secara alami. “Kemampuan lainnya adalah menetralisir racun dalam tanaman serta membangkitkan gen yang tertidur dalam sebuah tanaman, nama mikroba google digunakan karena Mikroba ini dapat mencari dan menemukan potensi tersembunyi yang ada di dalam tanah,” demikan ungkap Ali saat dihubungi melalui handphone Sabtu lalu. Kehebatan mikroba yang telah diproduksi dalam bentuk pupuk cair hayati ini telah menumbuhkan Kedelai hingga tinggi dua sampai tiga meter, menghijaukan Padang Pasir Dubai, meningkatkan panen di Cheng du China, bahkan panen di lahan gambut

Alumni S1 Fakultas Pertanian Unsoed Tahun 1997 ini memang menghabiskan hampir separuh hidupnya bergumul dengan mikroba. Sejak kuliah S1 Ali telah menemukan banyak varian mikroba termasuk penelitiannya kala skripsi yaitu menghidupkan mikroba di media air jambu mete yang keras. Keinginan Ali membuat terobosan untuk pertanian Indonesia akhirnya terus dilakukannya saat menjadi tenaga ahli kementerian tenaga kerja dan transmigrasi dan mendapat tugas mendampingi proyek lahan gambut sejuta hektar. Doktor lingkungan IPB inipun akhirnya berhasil menemukan mikroba google dan mengaplikasikannya. “Mikroba-mikroba tersebut menyuburkan tanah dan tanaman karena mengeluarkan zat bioaktif,” jelasnya. Zat itu meningkatkan energi tanaman. “Bila disemprotkan pada tanaman, mikroba masuk ke jaringan tumbuhan melalui stomata yang terdapat pada daun sedangkan zat bioaktif adalah enzim yang berfungsi memotong rantai senyawa yang mengandung fosfat, hasilnya berupa fosfat aktif yang mudah diserap tanaman”, lanjutnya. Mikroba seperti rhizobium pseudomonas membantu efektivitas penyerapan unsur hara oleh tanaman.

Dengan mikroba temuannya ini Ali berharap ketergantungan terhadap pupuk kimia bisa dikurangi. “Saya berharap ini bisa mengatasi kelangkaan pupuk selain juga dampaknya terhadap peningkatan produksi sangat besar”, ungkapnya. Bahkan mikroba ini dapat membuat lahan gambut dan bekas tambang menjadi lahan pertanian. ”Ini bisa mengatasi kelangkaan pupuk,” katanya. Apalagi dampaknya terhadap produksi pangan sangat besar. Selain menambah subur lahan di Jawa yang selama ini menjadi sentra beras dan palawija, pupuk mikroba bisa membuat tanah gambut dan bekas tambang menjadi lahan pertanian dan perkebunan. ”Saya ingin menyuburkan lahan gambut yang terbengkalai,” katanya. Bahkan dengan mikroba ini berbagai lahan kritis akan bisa diatasi termasuk untuk mengembalikan daratan akibat tumpukan lumpur Lapindo Porong Sidoarjo. “Dengan menggunakan mikroba ini saya yakin lumpur Lapindo bisa ditanami lagi dalam tempo satu tahun dengan perlakukan mikroba tersebut,” jelasnya. Sedangkan untuk tanah bekas tambang yang umumnya membutuhkan waktu 30 tahun untuk reklamasi, dengan mikroba in diperkirakan hanya butuh waktu tiga tahun saja. (unsoed.ac.id/ humasristek)