Di Jepang, Sampah Itu Emas

umri-mediaPEKANBARU, TRIBUN – Dana bukanlah investasi utama diperlukan daerah sumatera.investasi sangat dibutuhkan adalah teknologi mengolah sumber daya alam. Setelah itu dilanjutkan dengan pendidikan untuk memberdayakan sumber daya manusia. Ini disampaikan konsultat JendralJjepang wilayah Sumatera, Yuji Hamada, dalam kulliah umum di aula universitas Muhammadiayah riau (umri) senin (24/3). Menurutnya, Sumatera merupakan wilayah paling subur di dunia dan memiliki potensi berkembang.

“keunggulan dari sisi kekayaan alam ini sesuatu harus dimanfaatkan. Sector Agro industri menjadi pilihan tepat dikembangkan dibandingkan sector lainnya.” Ujar Yuji.

Ini, jelasnya berkaca dari kondisi alam Sumatera serta tren berkembang dinegara maju. Kebutuhan pangan organic sangat tinggi peminatnya.di Amerika maupun Jepang, tumbuhan pangan non kimia memiliki harga tinggi. Penyebabnya, media untuk menghasilkannya tidak mudah.

Sebaliknya di Sumatera, kompos sebagai media terbaik untuk tanaman organic sangat mudah ditemukan. Sampah begitu mudah didapat dan diolah menjadi pupuk organic “Di Jepang dan Amerika, sampah itu emas sebenarnya,” kata Yuji.
Terkait dengan pemaksilan Agro-industri itu, di hadapan keluarga besar Muhammadiyah, Yuji menawarkan pelatihan bagi Mahasiswa, guru maupun siswa dilingkungan Muhammadiyah di Pekanbaru.

Kerja sama yang dilakukan Indonesia dengan Jepang, lanjutnya, sangat tepat. Indonesia adalah Negara kaya sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sementara Jepang dikenal sebagai Negara dengan teknologi terbaik di dunia. Bila kedua Negara ini bekerja sama akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa diseluruh dunia.

Wakil Rektor III Umri, Rasyad Zein, menjelaskan, kuliah umum oleh Konjen Jepang di Medan ini sebagai tindak lanjut kerja sama. Beberapa waktu lalu, beberapa kepala sekolah dilingkungan Muhammadiyah serta pengurus di undang ke Jepang.
Kunjungan tersebut dilanjutkan dengan peninjauan konjen Jepang ke Riau terutama Muhammadiyah. Seharusnya, kuliah umum ini digelar 5 Maret lalu. Disebabkan kabut asap, ditunda dua minngu lebih menjadi 24 Maret.

Bagi mahasiswa semester lima yang kewirausahaannya bagus, Rasyad menjanjikan akan dikirim ke Pematang Siantar mengikuti pelatihan. “target kita ada kerja sama. Tahap awal direncanakan dikirim 10 orang dari Muhammadiyah ikiuti pelatihan,“ kara sekretaris Eksekutif Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pekanbaru, Fikrizon. (riz)