Din Syamsuddin: Dalam Islam, Memilih Itu Kewajiban

0de0715c5b33ee2be747baed5347db0c XL96Jakarta – Pengajian bulanan PP Muhammadiyah yang rutin digelar tiap awal bulan, kemarin Jumat (4/4) menghadirkan Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan Wakil Kepala Polri Komjen Pol Badrodin Haiti. Dalam sambutan pengantar pengajian bulanan tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin meminta Polri dan TNI tetap menjaga netralitas dalam Pemilu 2014. “Kami berharap aparat penegak hukum bisa jadi wasit yang netral, ada di tengah dan tidak memihak,” katanya saat pengajian bulanan bertema “Pemilu yang Damai, Aman, dan Bermutu” di aula Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, jalan Menteng Raya 62 Jakarta.

Din berharap pesta demokrasi lima tahunan bisa berjalan aman dan damai, karena akan menentukan masa depan bangsa. Ia juga meminta warga Muhammadiyah tidak golput dan menggunakan hak pilihnya secara bijak. “Dalam Islam, memilih adalah kewajiban,” ujar ketua umum PP Muhammadiyah periode 2010-2015 ini.

Masyarakat yang menggunakan hak pilihnya dengan baik dinilai bisa menciptakan pemilu berkualitas yang pada akhirnya menghasilkan wakil rakyat dan pemimpin bermutu. “Terutama melihat caleg yang tampil, sekitar 80 persen adalah anggota parlemen sebelumnya. Dan parlemen terakhir ini belum mendorong perubahan dan perbaikan bangsa. Wajar kalau ada yang pesimis dan apatis. Tapi agama kita mengajarkan untuk selalu optimis,” papar Din. (dzar/muhammadiyah.or.id)