‘Aisyiyah Gelar Dialog Pendidikan Pemilih

20140328 14393073Yogyakarta -Pemilih perempuan rentan dimobilisasi dan dipengaruhi dalam pemilu. Padahal, suara wanita dalam pesta demokrasi sangat menentukan lahirnya seorang pemimpin. Pendidikan pemilih adalah menjadi kegiatan ritual, tidak semata-mata menjelang pemilu. Kegiatan ini bentuk upaya dukungan untuk pemilu yang tinggal beberapa hari lagi, pentingnya gerakan dakwah ‘Aisyiyah. Hal itu disampaikan Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Noordjanah Djohantini, dalam acara Dialog Pendidikan Pemilih yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengembangan PP Aisyiyah (LPPA) dan Majelis Hukum dan HAM PWA Daerah Istimewa Yogyakarta, kemarin Jumat, (28/3) di Aula lantai 1 Gedoeng Muhammadiyah, Jalan KHA Dahlan 103 Yogyakarta.

Noordjanah menambahkan, bahwa era pemilu sekarang ini, Muhammadiyahlah yang telah mengusung pemilu yg lebih demokratis. Selanjutnya Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah mengawal pemilu dan mengawal demokrasi Indonesia.

Ketum PP ‘Aisyiyah juga berharap bisa menjadikan pemilu ini menjadi lebih baik, Karena ini proses reformasi demokrasi. Muhammadiyah memberikan pernyataan sikap terkait pemilu 2014 ini, tentunya agar seluruh masyarakat tahu bahwa pentingnya mengawal pemilu ini menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Tema dialog pendidikan pemilih yang diikuti oleh seluruh PD ‘Aisyiyah se DIY ini yakni mendorong kualitas Demokrasi dari Demokrasi Prosedural Menuju Demokrasi yang lebih bermaslahat. Hal itu tentunya dapat memhami arti penting dari sebuah proses demokrasi khususnya mengenai pemilu 2014, agar bebas dari demokrasi yang tidak bermartabat. (dzar/muhammadiyah.or.id)