Alumni UI Ciptakan Aplikasi Dongeng Interaktif

Aplikasi-dongengBerangkat dari keprihatinan akan bahan bacaan anak yang jumlahnya masih sedikit plus dengan waktu orang tua untuk membacakan dongeng kepada anak, seorang alumni UI mengembangkan aplikasi dongeng. Rajin-rajinlah membacakan dongeng, bila ingin anak gemar membaca begitu ungkap Devi Raissa, yang menempuh pendidikannya di Fakultas Psikologi UI yang pada Januari lalu mempublikasikan aplikasi dongeng interaktif rancangannya. Aplikasi yang bernama “Bella dan Kelima Balon” tersebut dapat diakses para pengguna gadget berbasis iOS.

Ia mengungkapkan, ketertarikannya membuat aplikasi dongeng berawal dari gagasannya untuk membentuk sebuah layanan penyedia jasa pembuatan buku dongeng. Latar belakangnya yang berpendidikan disiplin ilmu psikologi membuatnyya tergerak membuat buku dongeng dimana cerita dan nama tokoh yang dituangkan disesuaikan dengan karakteristik dan keinginan anak. Dengan ini, diharapkan dunia imajinasi anak yang masih belum kenal beban ini bisa semakin berkembang bebas dan luas layaknya neverland. Anak bisa tumbuh dengan fantasi dan kreatifitas.

Secara tersirat Devi juga mengakui bahwa penerbitan buku dongeng tersebut masih terbatas sehingga ia kemudian mempunyai ide untuk menyebarkan dongeng buatannya melalui jalur lain, jalur yg saat ini populer yakni aplikasi gadget. Lebih lanjut ia berharap, kehadiran aplikasi dongeng ini dapat menjadi sarana interaksi para orang tua dengan anak mereka.

Dongeng interaktif yang dirancang Devi diharapkan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak, terutama pada aspek emosi dan sosial. Menyasar anak usia 4-8 tahun, aplikasi ini diharapkan dapat melatih emosi dan menumbuhkan rasa empati, meningkatkan rasa percaya diri dan tanggung jawab. Selain itu, imajinasi anak juga diharapkan dapat berkembang. Masih sama dengan konsep buku terbitan Rabbit Hole, aplikasi dongeng dirancang agar anak dapat menjadi tokoh utama dan dapat menentukan sendiri jalan ceritanya. “Interaktif, ada pilihan cerita. Anak bisa memilih. Di situ anak diajarkan untuk mengambil keputusan juga,” jelas alumni Fakultas Psikologi ini.

Kedepannya ia berencana terus mengembangkan aplikasi ini, salah satunya dengan memodifikasi cerita rakyat untuk pembuatan aplikasi selanjutnya. “Aplikasi kedua mau coba di Android juga. Rencananya tahun ini ada tiga kali peluncuran. Salah satunya mau modifikasi cerita rakyat,” kata Devi lagi. Di dalam aplikasi tersebut terdapat 13 variasi cerita yang dapat dipilih anak sesuai keinginannya. Pada dua minggu setelah peluncuran, aplikasi ini sudah diunduh oleh lebih dari 500 pengguna. (ui.ac.id/ humasristek)