Rapat Kerja Majelis Kesehatan PP ‘Aisyiyah: ‘Aisyiyah Siap Kawal Program BPJS Pemerintah

PPA79Jakarta – Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengimbau seluruh warga Muhammadiyah agar menggunakan hak pilihnya secara cerdas dalam Pemilihan Umum 2014 nanti. Kepada segenap warga Muhammadiyah, diimbau agar menggunakan hak pilihnya dengan baik. Jangan emosional, jangan irasional.

Tanyakan pada kalbumu, hati sanubari. Hal itu disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, dalam Pengajian Bulanan PP Muhammadiyah bertajuk Pemilihan Umum 2014: Bagaimana Menyikapinya?, di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Jumat malam kemarin (7/3).

 

Selanjutnya, menurut Din, rakyat harus memegang nilai moral dalam menentukan para wakilnya di legislatif dan tidak boleh terkecoh oleh permainan politik yang menjual citra dan janji politik murahan.

Ketum PP Muhammadiyah ini mengatakan bahwa Muhammadiyah memandang pemilu sebagai proses politik yang bermakna strategis dan menentukan arah masa depan bangsa. Pemilu merupakan momentum jihad politik dan sarana membangun demokrasi yang baik dan upaya mengakhiri wajah perpolitikan yang selama ini, menurut dia, semakin jauh dari cita-cita reformasi.

“Demokrasi yang serba bebas tanpa tanggung jawab moral hanya menghasilkan kehidupan politik nasional yang sarat transaksional, korupsi dan politik dinasti,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya pun mendorong Pemilu 2014 agar bisa berlangsung demokratis, konstitusional dan lebih bermutu dari pemilu-pemilu sebelumnya. Din meminta pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar bisa menuntaskan persoalan terkait daftar pemilih tetap (DPT). “KPU harus bekerja lebih keras untuk memastikan agar tidak ada seorang pun warga negara yang kehilangan hak suaranya karena setiap suara menentukan nasib masa depan bangsa,” tuturnya.

Din mencatat bahwa terdapat 12,1 juta nama ganda dalam DPT pada Pemilu 2009 silam, sehingga KPU, Bawaslu dan Panwaslu menurut dia, harus lebih proaktif menegakkan peraturan dan sanksi pemilu sehingga dapat meminimalisir pelanggaran pemilu yang dilakukan parpol, caleg maupun masyarakat. (dzar)Depok – Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menyelenggarakann Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Tahun 2014 bertempat di Hotel Bumiwiyata, Jln. Margonda Raya, Depok, Jawa Barat. Kegiatan yang diikuti oleh PPA Majelis Kesehatan, perwakilan Pimpinan Wilayah Majelis Kesehatan ‘Aisyiyah, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah, dan Pimpinan Klinik serta Rumah Sakit ‘Aisyiyah atau Muhammadiyah se-Indonesia ini, bertujuan untuk melakukan konsolidasi organisasi dan evaluasi program kerja menjelang pelaksanaan Tanwir II ‘Aisyiyah tahun 2014. Juga untuk membuat rencana tindak lanjut program kerja menjelang muktamar Aisyiyah ke-11 tahun 2015, dan mensosialisasikan kebijakan PP ‘Aisyiyah terkait dengan program kesehatan yang berbasis komunitas dan berbasis amal usaha. Kegiatan yang dibuka sore hari ini, Jumat, 14 Maret 2014) oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Dra. Siti Noordjannah Djohantini, MM, M.Si.

Rakernas Majelis Kesehatan II ini mengambil tema “Refleksi Gerakan ‘Aisyiyah Menuju Masyarakat Cinta Sehat Sebagai Wujud Semangat Al-Ma’un”. Dalam kegiatan tersebut, peserta juga akan membahas sejumlah isyu terkait dengan kebijakan Pemerintah yang berhubungan dengan pembangunan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Adapun topik yang dibahas diantaranya adalah: Kebijakan dan strategi pemerintah dalam pembangunan kesehatan menuju Indonesia sehat; Kebijakan BKKBN terkait dengan program pengendalian kependudukan, peningkatan kualitas keluarga, kesehatan perempuan, dan anak melalui kerjasama dengan ‘Aisyiyah; Sosialisasi kepesertaan BPJS; dan Program Promkes dalam mencapai MDG’s 2015. Adapun narasumber yang dihadirkan untuk membahas topik-topik tersebut diantaranya, Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Ali Gufron, Kepala BKKBN Prof. Dr.dr. Fasli Jalal, Dewan BPJS Dr. dr. Fachmi Idris, MARS, dan Kepala Promkes Kementerian Kesehatan RI dr. Lili S. Sulistyowati. MM.

Dalam sambutanya Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah mengingatkan kembali pada ajaran awal KH. Ahmad Dahlan dan Nyai Dahlan dalam memahami Al-Quran tentang Surat Al-Maun. Bagi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, semangat Al Maun tersebut ada di pundak 4 majelis di awal tahun berdirinya gerakan organisasi ini. Majelis Kesehatan ‘Aisyiyah saat ini menjadi majelis yang sangat fundamental untuk menyukseskan dan terus mengawal apa yang menjadi ide dan sudah dimualai KH Dahlan dan Nyai Dahlan, diantaranya adalah ide mendirikan klinik atau yang ketika itu dikenal dengan Penolong Kesengsaraan Omoem (PKO) dan rumah yatim (kesejahteraan sosial). Bahkan konsep pasien tidak mampu yang disubsidi dari iuran pasien mampu seperti yang sekarang ini menjadi program pemerintah yaitu BPJS pada perinsipnya sudah dimulai oleh Kyai Dahlan ketika itu. Maka Aisyiyah perlu mengawal tuntutan masyarakat untuk mendapatkan hak atas kehidupan yang sehat, termasuk dalam hal ini adalah hak masyarakat dalam program BPJS yang sedang digalakkan oleh Pemerintah. #Asih (muhammadiyah.or.id)