Pengawet Makanan Alami dari Cakar Ayam

1aQeMUoiCCPenggunaan pengawet makanan dari bahan sintesis tidak sepenuhnya aman. Apalagi menggunakan formalin dan boraks. Padahal, ternyata ada cara alami untuk mengawetkan makanan; menggunakan cakar ayam. Kok bisa? Menurut Ganjar Fadillah, Rahmat Hidayat, dan Pramudya Putri, limbah cakar ayam mengandung zat yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengawet makanan. Ketiganya adalah mahasiswa jurusan Kimia Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS).

“Selain mudah didapat, ternyata cakar ayam itu mengandung gelatin yang cukup tinggi,” kata Ganjar yang didampingi Rahmat saat menerangkan soal pengawet temuannya, di Kampus UNS, Solo, Jawa Tengah, Senin (17/2/2014).

Ganjar mengungkapkan, untuk mendapatkan gelatin, cakar ayam memang harus diolah terlebih dahulu dan diambil proteinnya. Berdasarkan penelitian, protein dalam kandungan cakar ayam mencapai 22,92 persen. Nah, untuk mendapatkan serbuk pengawet, ketiganya melakukan beberapa proses.

“Ada dua macam proses, yakni hidrolis basah dan asam. Namun yang dipilih adalah proses hidrolis asam dengan menggunakan asam klorida,” Ganjar mengimbuhkan.

Menurut Ganjar, proses hidrolis asam, menggunakan teknik degreasing, yakni membersihkan lemak atau kotoran yang menempel. Setelah bersih dari lemak, cakar ayam lalu direndam dengan HCL berkonsentrasi 3-5 persen selama dua hari. Perendaman ini bertujuan melunakkan tulang cakar ayam.

Tahap selanjutnya adalah ekstraksi untuk mengambil gelatin. Gelatin yang terkumpul lalu dikeringkan dengan oven bersuhu 100 derajat celcius.

“Dari hasil gelatin, didapat 9-10 persen dari berat cakar ayam. Atau, satu ons cakar ayam akan menghasilkan satu gram gelatin dalam bentuk serbuk,” jelasnya.

Untuk mengawetkan daging atau ikan, serbuk gelatin tadi dicampur air dengan perbandingan 1:1. Kemudian, oleskan cairan serbuk gelatin itu ke daging atau ikan hingga tertutup rapat. (kampus.okezone.com/ humasristek)