I Surrender, Jawarai Rookie MGDW

indeksTidak selamanya gagal bisa meruntuhkan prestasi seseorang. Hal itu dibuktikan oleh tim Floo Studio ITS yang sukses finish di tempat pertama pada kontes besutan Nokia Indonesia. Pada kontes bertajuk Mobile Game Developer War (MGDW) ini, tim yang beranggotakan Aldy Ahsandin, Rian Arif, Sukma Arbianto berhasil meraih juara pertama pada kategori rookie.

Tercatat, tim yang didalangi oleh Aldy ini mampu mengalahkan peserta yang berjumlah 1400 orang dimana merupakan para perwakilan dari 25 kampus se-Indonesia. Pihaknya mengaku terkejut saat mengetahui bahwa game yang mereka buat mampu memikat para dewan juri. “Sempat kaget saat mendengar tim saya menjadi finalis lima besar di Jakarta kemarin,” tuturnya.

Ia menjelaskan sejak awal timnya memang tidak mengincar target juara apapun. Hal ini lantaran kegagalan yang seringkali menimpa timnya saat mengikuti ajang perlombaan sebelumnya. Menurutnya, game tersebut pun hanya dibuat dalam tempo lima hari saja. Hal ini berbeda sekali dengan tim-tim lain yang bisa menghabiskan waktu selama tiga bulan lamanya. “Karena game-nya cukup sederhana kami pun mampu membuatnya dalam waktu yang cukup singkat,” ujar pria kelahiran Yogyakarta ini.

Dalam proses pembuatannya, game ini sendiri dibuat dalam empat tahap. Yaitu tahap dasar pembuatan game dan tahap pembuatan tingkatan game, dan tahap menambahkan warna warni sebagai dasar game tadi. Ketiga tahap itu menghabiskan waktu penyelesaian hingga empat hari lamanya. Lain halnya dengan tahap selanjutnya yakni tahap percobaan yang dilakukan selama satu hari.

Dikataka Aldy, game I Surrender ini mengambil tema perjuangan, khususnya perjuangan para pembuat game ini. “Kawan-kawan sering menanyakan mengapa tim kami bisa menang, padahal waktunya pembuatan game boleh dibilang sangat singkat,” tutur pria berkacamata ini meniru perkataan temannya. Dalam hal ini dirinya menpenjelaskan bahwa penghargaan tersebut harus ditunggunya selama beberapa tahun. Justru saat dirinya tengah menjalani pembuatan Tugas Akhir (TA) ia baru berhasil menyabet predikat sebagai juara.

Inspirasi Game Online Sederhana

Bermula saat ketiga mahasiswa ini memainkan game online sederhana yang mampu menarik minat mereka agar terus bermain, akhirnya muncul ide untuk membuat game I Surrender. Ia mengatakan game ini cukup sederhana untuk dimainkan dan akan membuat orang merasa tertantang untuk memainkannya.

Alhasil, dibuatlah game bernama I Surrender dimana terdapat sepuluh level permainan di dalamnya. Jika pemain gagal, maka game tersebut akan mengeluarkan kata-kata yang bernada ejekan kepada si pemain. Hal itulah yang membuat si pemain ketagihan untuk memainkan game ini secara terus menerus.

Tak lupa, ia pun menceritakan pada awalnya game ini bernama Tap-Tap, tapi dirinya memperkirakan orang lain tidak akan tahu apa maksudnya dan dianggap kurang menarik. Akhirnya, nama I Surrender dipilih dengan harapan dapat menarik minat orang yang memainkan game tersebut. Aldy menuturkan bahwa game buatannya ini sudah bisa di unduh di windows phone store. “Mudah-mudahan untuk beberapa waktu ke depan kami akan menambah level dari permainan ini,” tutupnya.(its.ac.id/ humasristek)