Peran Universitas Islam Membangun Peradaban yang Mencerahkan

timthumb8Jakarta – UHAMKA berkesempatan untuk menyelenggarakan seminar internasional dalam mempertegas peran universitas islam untuk meraih peradaban baru yang mencerahkan, UHAMKA, Kamis (6/2/2014). Seminar internasional yang mengangkat tema “The Role of Islamic Universities in Driving Forward the Awakening of Islamic World” ini turut menghadirkan tiga narasumber, Prof. Dr. hasan Abbas Hasan (Rektor Omdurman Islamic University, Sudan), Prof. Dr. Azyumardi Azra (Drirektur sekolah pascasarjana UIN), Prof. Dr. Hj. Tutty Alawiyah AS, MA (Rektor Universitas Islam As-syafi’iyah) dan Keynote Speech Prof Dr. H.M. Din Syamsudin, M.A.

Prof. Suyatno, M.Pd dalam sambutannya memberikan harapan akan kesanggupan dunia pendidikan islam untuk menjawab berbagai masalah kekinian dan menjadi solusi alternatif untuk membangun pendidikan islam yang excellent.

Selamat datang kepada seluruh tamu undangan di negara banjir, tutur Din Syamsudin yang serentak membuat para peserta seminar tertawa ringan. Beliau menuturkan bahwa UHAMKA adalah salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah yang turut mendorong terlahirnya pendidikan islam yang berkemajuan. Negara Islam harus memberdayakan berbagai sumber daya yang dimiliki, seperti sumber daya manusia, sumber daya alam dan sumber daya nilai yang begitu berharga, tambahnya. Memfokuskan pada integrasi ilmu agama dan umum, membangun kerjasama antar lemabaga pendidikan antar universitas islam merupakan agenda yang harus segera dituntaskan, tegasnya.

Untuk menyelesaikan berbagai masalah yang terjadi di diri ummat dan pendidikan islam hari ini kita harus mengetahui siapa kita sebenarnya, ujar Hasan Abbas Hasan saat memberikan materi. Ia juga menambahkan bahwa ummat muslim harus tetap optimis dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Berbagai tantangan yang terjadi dapat kita selesaikan dengan apa yang banyak di kenal dengan sebutan Tri Dharma di Indonesia, ujarnya. Proses pendidikan harus memperhatikan pendidikan etika, penelitian harus didukung dengan budget yang memadai dan pengabdian masyarakat harus memberikan solusi kongkrit untuk masyarakat umum, tutur Rektor universitas Islam Omdurman. Beliau juga menceritakan bagaimana Universitas yang dipimpinnya sekarang selalu mengedepankan pengetahuan yang originil, modern, dan excellent.

Dunia Islam seyogyanya mampu melahirkan dan membumikan keharmonisan sejati dan jangan dengan mudah saja mengklaim manusia atau kelompok lain dengan sebutan kafir, ujar Azyumardi Azra yang juga Direktur Pascasarjan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Beliau juga menambahkan persoalan kurikulum dan budgeting dalam menopang berbagai aktifitas penelitian meruapakan hal penting untuk diperhatikan dunia pendidikan islam hari ini.

Tutty Alawiyah memberikan pemaparan sekilas tentang keberadaan penelitian yang menjadi faktor penentu perubahan peradaban bagi dunia barat maupun timur. Kita harus punya kualitas penelitian agar kita tidak tertinggal dengan negara lain, tegas beliau didepan forum seminar yang mayoritas di hadiri dosen-dosen UHAMKA. Beliau dengan lugas menyarankan agar dunia pendidikan islam meningkatkan semangat meneliti dan menjadikan Perguruan tinggi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi.

Seminar internasional yang dipandu oleh Izza Rahman, M.Ag ini diakhiri dengan harapan kerjasama yang dibangun antar-perguruan tinggi islam di dunia ini mampu memberikan harapan baru untuk kemajuan dan perbaikan zaman. (mega saputra/muhammadiyah.or.id)