Fruters, Makan Mangga Meski Bukan Musimnya

mLEXtOesWXMangga gedong merupakan salah satu buah khas dari Jawa Barat. Ingin menambah nilai ekonomis buah tersebut, civitas academica Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung pun mengolahnya menjadi beragam panganan yang unik dan menarik dengan merek Fruters.

Fruters memiliki beragam produk, seperti Flat Mango (Flango), yakni mangga datar yang dikeringkan dengan proses dehidrasi. Kemudian ada pula Slush, yakni puree mangga dengan campuran buah kiwi, serta Mango Puree, yaitu minuman segar ber-jelly, yang memiliki kemasan serta varian kekentalan yang disesuaikan dengan segmentasi pasar.

Saat ini, Fruters dapat ditemui di sejumlah kantin di wilayah kampus Unpad Jatinangor. Fruters juga mulai merambah ke beberapa lokasi di Bandung dan Jakarta, termasuk kafe dan hotel.

“Dalam waktu yang singkat, Fruters mendapatkan sambutan yang sangat baik dari pasar. Bahkan banyak investor yang berminat mengembangkannya,” ujar Dosen FTIP Unpad Dwi Purnomo, seperti dikutip dari situs Unpad, Senin (3/2/2014).

Dwi menjelaskan, Fruters adalah salah satu produksi hasil dari uji coba model kurikulum Technopreneurship yang dikembangkan di FTIP Unpad. Kurikulum Technopreneurship diarahkan pada penguasaan teknologi dengan jiwa kewirausahaan yang dirancang agar mampu diaplikasikan dalam proses pembelajaran.

“Sinergitas antara penelitian, pembelajaran, dan pengabdian menghasilkan rantai manfaat yang sangat luas dan memberikan daya dorong kuat terhadap keseluruhan pelaku,” urainya.

Dia menambahkan, produk-produk tersebut dihasilkan dan dikelola oleh mahasiswa dan dosen, melalui proses coaching dengan intensif sehingga menjadi sebuah usaha berbasis teknologi yang mandiri. Fruters, lanjutnya, dikembangkan dengan menggabungkan konsep technopreneurship dan socialpreneurship.

“Lulusan yang berhasil mengembangkan produk ini menjadi sebuah usaha mandiri diwajibkan melakukan replikasi proses coaching pada mahasiswa-mahasiswa di bawahnya, serta tetap mempertahankan model bisnis yang tetap mampu memberdayakan dan memperkuat setiap pelaku yang terlibat di dalamnya, baik petani, masyarakat sekitar, bahkan bagi universitas,” imbuh Dwi.

Dua alumni FTIP Unpad sekaligus founders Fruters, Ratna Apriyanti dan Khemal Nugroho pun berbagi sejumlah kelebihan produk mereka. Minuman Mango Puree yang mereka buat misalnya, memiliki rasa dan kualitas berbeda dari minuman olahan mangga pada umumnya.

Rahasianya terletak pada puree mangga yang menjadi bahan utama. Ratna Apriyanti menyatakan, mangga yang diolah sebagai puree merupakan upaya memperpanjang masa simpan, menambah nilai jual, dan membantu ketersediaan di kala tidak musim mangga.

“Kami menang karena bisa menyediakan suplai walau enggak musim mangga,” ungkap Ratna.

Sementara itu, Flango, makanan ringan yang menyerupai nori ini sangat diminati oleh anak kecil karena bentuknya yang menarik dan rasanya yang unik. “Banyak anak kecil yang tidak suka buah mangga, dikasih Flango malah jadi suka buah mangga,” ungkap Khemal.

Buah yang digunakan untuk memproduksi Fruters adalah buah mangga gedong gincu hasil olahan petani binaan FTIP Unpad di Cirebon, Majalengka, Indramayu, dan Kuningan. Pengembangan di sejumlah daerah ini dititikberatkan pada penguatan kelembagaan, dengan dibentuknya Masyarakat Klaster Buah (Masterbu) dan pengembangan teknologi olahan buah berbasis pemberdayaan. (kampus.okezone.com/ humasristek)