SILATURRAHIM KADER POLITIK MUHAMMADIYAH

WP 001195Sragen, 26 Januari 2014. Tahun 2014 ini akan menjadi tahun menentukan bagi umat Islam Indonesia, sehingga perlu dikritisi sekaligus diwaspadai. Sebab 2014 adalah “tahun politik” dimana akan terjadi pergantian kepemimpinan nasional untuk lima tahun mendatang melalui pemilu legislative dan pemilu presiden. Kalau kita membuka catatan hasil pemilu tahun 1955, dimana suara partai Islam yang diwakili oleh Masyumi dan NU memperoleh 55% suara, pada tahun 1999 memperoleh 38% suara, pada tahun 2004 perolehan suara turun menjadi 34% suara, dan tahun 2009 turun lagi menjadi / tinggal 31% suara, selanjutnya berapa persen suarakah yang akan diperoleh partai Islam pada pemilu 2014…? Beberapa lembaga riset politik mengatakan pemilu tahun ini “kuburan” bagai partai politik Islam. Walau hasil riset tersebut tidak perlu kita telah mentah – mentah.

Menanggapi hal tersebut, Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sragen menyelenggarakan “ Temu Kader Politik Muhammadiyah”. Kegiatan yang berlangsung hari Ahad, 26 Januari 2014 bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sragen. Kegiatan ini diikuti oleh Pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Majelis/Lembaga, Ortom, PCM, Pimpinan AUM dan kader – kader politik Muhammadiyah. Dalam kesempatan ini hadir lebih dari 30 caleg baik untuk DPR, DPRD I dan DPRD II yang berasal dari berbagai partai politik, diantaranya; Golkar, PAN, PKS, PPP, Gerindra, Nasdem.

Dalam materinya, ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PDM Sragen, H. Budi Santoso, SH yang juga mantan anggota DPRD dari PAN, menjelaskan ada beberapa tujuan diselenggarakannya kegiatan silaturrahim ini, yakni: Pertama, sebagai wanaha dan tempat sinergi kekuatan kader – kader Muhammadiyah yang tersebar dalam berbagai partai politik. Kedua, Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik diharapkan akan menjadi rumah bersama untuk ajang silaturrahmi dan diskusi kader – kader politik, sehingga persoalan kebangsaan yang muncul bisa digodok dan ditelaah terlebih dahulu di forum ini. Ketiga, akan diselenggarakan kegiatan serupa secara rutin dan perlevel/tingkatan sehinggga kebijakan – kebijakan pemerintah maupun politik akan bisa dikaji secara rutin dan terfokus.
Sementara Ketua PDM Sragen, H. Qowam Karim,BA dalam penutupan acara menyampaikan bahwa Muhammadiyah tetap menjaga jarak yang sama diantara partai politik yang ada. Beliau juga mengharapkan silaturrahim ini akan menjadi sarana perekat kader – kader politik yang berasal dari Muhammadiyah. ( Irmawan Surat – Wakil Sekretaris PDM Sragen.)(muhammadiyah.or.id)