Forum Alumni IPM Sumut Wacanakan “Matikan TV” antara Maghrib dan Isya

IMG 4927171Medan– Pertemuan Forum Alumni IPM/IRM Sumatera Utara, Ahad (12/1) di Rumah Baca Taqwa, Jalan Letda Sujono, Medan mewacanakan berbagai program penting, diantaranya mendorong agar persyarikatan untuk menghimbau warganya “mematikan siaran televisi” pada waktu Maghrib sampai Isya. Wacana itu disampaikan setelah melihat perkembangan banyak keluarga Muslim /Persyarikatan yang tertular virus melalaikan ibadah antara maghrib hingga Isya disebabkan siaran televisi.

Zulfikri Bustami SE, Ketua Koordinator Forum Alumni IPM/IRM Sumatera Utara menyampaikan wacana itu pada forum alumni untuk dapat ditindaklanjuti. Selanjutnya forum membentuk tim kecil untuk dapat menyusun project kegiatannya guna disampaikan kepada PW Muhammadiyah dan PW Aisyiyah agar dapat dijadikan kebijakan persyarikatan untuk dikomunikasikan kepada semua warga Muhammadiyah.

Zulfikri Bustami menyampaikan beberapa alasan yang sangat serius dimana virus televisi sudah sangat merusak banyak keluarga Muslim saat ini. Tanpa menyebut materi siaran dan nama televisi, Zulfikri Bustami menyebut, mari kita lawan virus televisi itu dari diri kita sendiri, dari warga persyarikatan. Baru kita dakwahkan kepada pihak lain. “Seharusnya, antara Maghbrib dan Isya kita dapat melaksanakan ibadah dengan baik, “ jelasnya.

Gedung Kader Muhammadiyah

Hal lain yang diwacanakan Forum Alumni IPM/IRM itu adalah sudah saat ini Muhammadiyah memiliki gedung atau infrastruktur pengkaderan. Gedung kader ini, jelas Zulfikri Bustami adalah kebutuhan semua level di persyarikatan. Diharapkan dengan adanya Gedung Kader ini, maka semua aktifitas pengkaderan bisa dipusatkan di sini. “Selama ini banyak kegiatan pengkaderan, seperti Baitul Arqam serta bentuk pengkaderan lainnya masih menggunakan gedung diluar milik Muhammadiyah. Kenapa tidak kita pikirkan.”jelas Zulfikri Bustami.

Gagasan-gagasan yang disampaikan itu mendapat respon positif dari alumni dan diharapkan gagasan itu dapat ditindaklanjuti dengan program yang konkrit. Pertemuan Alumni IPM/IRM Sumatera Utara di Rumah Baca Taqwa, Medan itu dihadiri banyak alumni dan pengurus IPM yang saat ini masih aktif.

Diantara yang hadir tampak Ibrahim Sakti Batubara MAP (Anggota DPR RI), Dr Zulkarnaen M. Nur (Ketua Pengadilan Agama Jakarta Timur), Dr. Muhyarsyah Tanjung (Wakil Rektor UMSU), Dr. Faisar Ananda MA (Dosen IAIN Sumut), Fida Afif (Ketua PP IPM), Muhammad Arif (Ketua PW IPM Sumut), Zulfikri Bustami (Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kota Medan), beberapa tokoh Muhammadiyah dan Aisyiyah lainnya.

Ketua Pimpinan Pusat IPM Fida Afif dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada alumni IPM Sumatera Utara yang tetap memberikan kontribusi dan dukungannya, baik bagi Persyarikatan maupun IPM secara khusus. “Kami bangga Alumni IPM Sumut. Karena belum banyak wilayah yang alumninya punya spirit seperti ini,”kata Fida Afif.

Sesungguhnya, bila alumni IPM dapat dikondisikan, maka ini adalah Alumni dengan anggota terbesar di dunia. Coba dihitung, berapa alumni yang sudah dihasilkan 2000 sekolah SMP/SMA sederajat. Dan semua alumni IPM itu sudah berkiprah dibanyak level persyarikatan. Bila alumni IPM itu bisa dimaksimalkan, hasilnya sungguh luar biasa, kata Fida Afif. Afif juga menjelaskan beberapa prestasi IPM terakhir, diantaranya adalah penerimaan Award dari Kemenpora, sebagai organisasi kepemudaan terbaik nasional.

Spirit lain disampaikan Ibrahim Sakti Batubara yang kini menjadi anggota DPR-RI itu. Kata Ibrahim banyak kader IPM yang sukses. Kita harapkan mereka dapat memberikan kontribusi yang konkrit bagi kelangsungan persyarikatan ke depan. Pertemuan Alumni IPM Sumut itu ditandai dengan tausiah yang disampaikan oleh Zulkarnaen M. Noor yang mengupas tema hidayah dan Istiqomah.

Kegiatan pertemuan ditutup dengan penyerahan buku oleh Forum Alumni kepada manajemen Rumah Baca Taqwa, pustaka mandiri yang sedang dikembangkan oleh Majelis Pustaka dan Informasi PW Muhammadiyah Sumatera Utara. (SHD/MPI-SU) (dzar/muhammadiyah.or.id)