Tak Kalah Dengan Senayan

hata-rajasa“PERTANYAANNYA kritis. Tidak kalah kritisnya dibanding di Senayan”. Kalimat tersebut sontak disampaikan Mentri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, merespon pertanyaan mahasiswa saat menjadi pembicara kuliah umum Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Jum’at (22/11).

Kuliah umum dihadiri dosen dan mahasiswa di Kampus I UMRI memang banyak mendapat respon. Berbagai pertanyaan seputar kebijakan perekonomian muncul. Fitri Rahma, menanyakan apakah kebijakan ekspor impor saat ini sudah tepat.

 

Menurut Hatta, dalam fenomena global, tidak mungkin negara memenuhi kebutuhan sendiri 100 persen dalam arti Zero Impor. Bila tidak ada impor maka tidak ada balance of trade. Indonesia akan sulit mengekspor barang ke negara lain.

Namun lebih penting, dalam prosesnya bangsa tidak mengalami defisit. Untuk itu saat ini sedang dikembangkan strategi dengan pendekatan baru. Bila terlalu tergantung pada impor, maka diminta investasi untuk dikembangkan dalam negeri.
“Kita harus memperbaiki industri agar ketika pertumbuhan ekonomi kita tinggi, tidak dibarengi impor yang tinggi.

Pertanyaan kritis lainnya diterima Hatta adalah program yang dimiliki untuk membangun kemandirian anak muda. Merespon pertanyaan ini, Hatta justru meminta rektor UMRI, M. Diah, ketika itu mendampinginya, meminta satu sesi di UMRI untuk menggelar peatihan kewirausahaan.

Peserta diajak membuat Business Plan dan 10 terbaik akan diberi modal. Meskipun tidak besar, cukup sebagai modal awal usaha mahasiswa. Bila usaha tersebut sukses, didorong masuk ke perbankan sehingga menjadi usaha menengah.

“Banyak program. Jadi, Pak Rektor buat pelatihan itu. Buat Business Plan tapi kita yang kasih modal. Memang tidak besar tapi cukup untuk mahasiswa,” katanya. (riz/Tribun Pekanbaru)