Ketua Umum PP Muhammadiyah Menerima Kunjungan Presiden PAS

PAS14Jakarta – Hari ini Kamis, 19/12 dalam lawatannya ke Indonesia Presiden Partai Islam Se-malaysia (PAS), Dato’ Seri Tuan Guru Haji Abdul Hadi Awang, didampingi Deputi Sekretaris Jenderal PAS, Syed Azman mengunjungi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yang disambut langsung dengan hangat oleh Din Syamsuddin. Kunjungan ini merupakan bagian dari serangkaian lawatan PAS ke Indonesia dalam rangka mempererat silahturahmi dan ukhuwah sesama muslim antarbangsa. Dimana sebelumnya Dato’ Seri Tuan Guru Haji Abdul Hadi Awangsudah menemui Ketua Umum PBB Yusril Iza Mahendra, Presiden PKS Anis Mata.

Dalam kunjungannya tersebut Presiden PAS mengungkapkan kepada Ketua Umum PP Muhammadiyah bahwa sejarah bangsa Malaysia tidak bisa terlepas dari peran dan kontribusi bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan negaranya dari kolonial Inggris, khususnya orang-orang yang berasal dari Bugis, Minang dan Jawa.

Selain itu, keduanya juga secara khusus mendiskusikan kondisi politik dan Islam di kedua negara, dimana Presiden PAS mengapresiasi demokrasi di Indonesia yang dinilainya lebih demokratis dibandingkan Malaysia, namun mengingatkan agar umat Islam di Indonesia tetap bersatu dalam kondisi yang majemuk dan plural yang sangat rentan terpecah jika tidak bersatu.

Dalam kesempatan itu juga dijelaskan oleh Din Syamsuddin bahwa Muhammadiyah yang berdiri lebih tua daripada negara berkomitmen dalam mengawal kebhinekaan di Indonesia, selain itu juga diungkapkan bahwa Muhammadiyah tidak memiliki hubungan struktural ataupun afiliasi terhadap partai politik tertentu, namun memberikan keleluasaan bagi setiap kader untuk berpolitik. Hal tersebut terlihat dari banyaknya kader-kader Muhammadiyah yang menduduki jabatan strategis di partai politik maupun lembaga negara.

Pertemuan kedua tokoh antarbangsa tersebut dikahiri dengan sebuah pesan yang disampaikan oleh Din Syamsuddin, bahwa Umat Islam di kedua negara saat ini terbuai dan terjebak mitos mayoritas, namun Islam yang mayoritas tersebut tidak bisa merepresentasikan dan membawa Islam dalam mendominasi politik. Selain itu Din Syamsuddin juga berpesan agar Umat Islam bersatu dalam menghadapi persoalan bangsa di bidang ekonomi, budaya, dan sosial dengan pola pikir yang modern. (fahd/muhammadiyah.or.id)