Kaji SPI Baru, PP IPM Gelar Semiloknas I SPI

perkaderanYogyakarta – Sistem Perkaderan IPM (SPI) merupakan kitab suci yang sangat berharga dalam proses kaderisasi di IPM. Melalui SPI, IPM mendesain kader yang diidealkan. Kader inilah yang menjadi jantung yang memompa denyut nadi gerakan IPM. Jadi sukes tidaknya gerakan IPM, tergantung pada kadernya. Dan bagaimana bentuk kader itu, tergantung pada SPI.

Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah, melalui bidang Perkaderan, sampai saat ini disibukkan dengan penyusunan SPI dari periode-periode, bahkan dari tiap Muktamar ke Muktamar selalu merekomendasikan untuk menerbitkan SPI baru. Di dalam IPM dikenal ada tiga SPI. Pertama SPI Merah, SPI Biru dan SPI Hijau yang kesemuanya, punya karakteristik masing-masing. SPI merah cenderung doktrin, dogmatif, dan eksklusif. SPI Biru juga merupakan kelanjutan dari SPI Merah, hanya saja lebih dipengaruhi ilmu-ilmu pendidikan. SPI Hijau ada lompatan jauh kedepan dan revolusioner berkemajuan.

Dalam kaitan itu, tanggal (22-25/12) nanti PP IPM mengadakan Seminar dan Lokakarya Nasional (Semilokas 1) SPI di Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta. Kegiatan ini akan diselenggarakan 2 – 3 kali pertemuan, sampai menjelang diselenggarakannya Muktamar IPM ke 19. Semiloknas 1 ini dilaksanakan untuk mengkaji dan mengevaluasi SPI sebelumnya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kemudian, mencoba merumuskan SPI ke depan, mulai dari filsafat perkaderan, tujuan perkaderan, materi dan metode perkaderan, evaluasi, dan lain sebagainya. Semua komponen SPI akan dikaji dalam kegiatan semiloknas.

Acara ini dimulai dari membahas paradigma gerakan ilmu oleh (Prof. Heddy Sri Ahimsa Putra, Guru Besar Antropologi Budaya UGM), Filsafat Pendidikan Islam oleh (Prof. Abd. Ranchman Assegaf, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga), Sistem Perkaderan Muhammadiyah oleh (H. Asep Purnama Bahtiar, M.Ag), SPI Merah (dr. Agus Sukaca, M.Kes), SPI Biru (Arif Jamali Muis), dan SPI Hijau (Saud El-Hujjad). Baru pembahasan dan evalusi system perkaderan yang serius. Kegiatan semiloknas diharapkan menjadi forum intelektual dan ijtihad yang kritis-terbuka, dengan hati-suci. Sehingga menentukan masa depan perkaderan IPM di masa depan. (dzar/muhammadiyah.or.id)