Kementerian ESDM Gandeng UMSU Kembangkan Energi Terbarukan

agussani okMedan – Dalam upaya mengatasi krisis energi minyak bumi khususnya di Sumatera Utara (Sumut), Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggandeng Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mengembangkan energi baru terbarukan. Kasubid Pelayanan dan Penindakan dari Dirjen EBTKE, Agung Prasetyo menyebutkan dilibatkannya Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia termasuk UMSU bertujuan menyiapkan sumber daya manusia yang siap memanfaatkan energi terbarukan, dibekali keahlian baru, karena terlibat langsung dalam mendesain proyek-proyek medium untuk mengubah energi terbarukan menjadi energi listrik.

“Diharapkan melalui PT di Sumut termasuk UMSU pengembangan EBTKE tidak hanya tren yang berlangsung dalam 10-20 tahun, akan tetapi menerus karena energi terbarukan sangat penting,” katanya dalam kegiatan Penyebaran Informasi Tentang Energi Baru Terbarukan kepada Perguruan Tinggi atau Akademi di Hotel Emerald Garden, kemarin.
Menurutnya, perubahan iklim dan krisis minyak dunia merupakan krisis ganda bagi Indonesia yang berakibat pada meningkatnya harga BBM. Kondisi itu berdampak terhadap terjadinya lonjakan kebutuhan akan energi listrik maupun bahan bakar. Sehingga, menurutnya, diperlukan segera mencari energi baru sebagai pengganti sumber bahan bakar berbasis fosil tersebut.

Selain mengatasi krisis minyak bumi, maka sumber energi baru ini pun harus ramah lingkungan. “Sinar matahari dianggap sebagai energi terbarukan atau energi yang tidak pernah habis dan akan selalu ada selama umur bumi. “Hampir semua energi, 99,99 persen, berasal dari matahari yang dimanfaatkan dalam hal sederhana dan langsung seperti menjemur pakaian, hadir dalam wujud thermal, hingga turunannya seperti angin, dan gelombang laut,” ujarnya.

Solusi untuk mengatasi kekurangan energi akibat krisis ganda tersebut, menurut dia adalah dengan cara melakukan diversifikasi sumber-sumber energi untuk membangkitkan listrik, melakukan penghematan penggunaan energi, mengubah gaya hidup setiap warga negara yang boros dalam penggunaan energi dan mengembangkan teknologi-teknologi baru yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.

Hal ini tentu menimbulkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang mampu mengolah sumber energi terbarukan. Tidak hanya masalah teknis, tapi tentu aspek manajerial dan pengembangan ke depan,” pungkasnya. Dikesempatan yang sama, Rektor UMSU, Agussani MAP (foto) mengatakan pihaknya akan terus mendorong berbagai kebijakan yang dilakukan

Kementerian ESDM dalam menghasilkan EBTKE.Hal ini didasari pemikiran bahwa kebutuhan akan energi semakin hari semakin besar. “Sementara cadangan minyak bumi dan bahan lain yang tidak bisa diperbaharui semakin tipis. Sebagai perguruan tinggi, UMSU perlu ikut serta memecahkan masalah agar ketergantungan terhadap sumber listrik yang tidak bisa terbarukan bisa dikurangi dengan mencari energi alternatif dari energi baru terbarukan,” katanya.

Dia juga mengharapkan dengan dijalinnya kerjasama antara UMSU dan Kementerian ESDM berupa sosialisasi, pelatihan dan praktek pemanfaatan energi alternatif bisa dijadikan sebagai upaya menjawab krisis energi dan tingginya harga BBM dengan memafaatkan sumber energi yang tersedia. “Indonesia harus segera beralih ke energi terbarukan.

Walaupun saat ini masih lebih mahal dibandingkan dengan bahan bakar minyak (BBM), namun trend ke depan akan mengarah pada energi terbarukan. Apalagi, cadangan energi fosil sudah semakin menipis, dan diharapkan dengan energi terbarukan akan mampu mengatasi krisis energi di Sumut, ” pungkasnya.|bs-aje/mpisu|muhammadiyah.or.id