Amien Rais Ajak Warga Muhammadiyah Medan Lakukan Tahlilan lewat Hati, Lisan, dan Raga

amin rais di medanMedan – Milad Muhammadiyah ke 104/101 yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan, Minggu (8/12) dihadiri oleh mantan Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Amin Raisdi Gedung Serbaguna Jalan Pancing Medan.

Mantan Ketua PP Muhammadiyah sekaligus menjadi pembicara tunggal.

Selain dihadiri mantan Ketua PP Muhammadiyah itu, sejumlah tokoh Muhammadiyah dan PAN juga terlihat di acara tersebut. Diantaranya anggota DPR Ibrahim Sakti Batubara, staf khusus Menko Prekonomian, Abdul Rasyid, PW Muhammadiyah Prof DR Asmuni MA, Ketua PD Muhamadiyah Kota Madan Adrika, Ketua MUI Kota Medan Prof DR M Hatta dan ketua PD Aisyiah Kota Medan Hj Indarsih serta pengurus cabang dan ranting lainnya.

Dalam acara itu, Amin Rais memberikan tausyiah serta dirangkai dengan gerakan amal soleh yang dipandu Ibrahim Sakti Batubara serta pembangunan Gedung Dakwah Muhammadiyah Jalan Mandala Bypass. Plt Walikota Medan Duzlmi Eldin, yang hadir di acara tersebut menilai, Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. Kedudukan dan peranan Muhammadiyah dikenal cukup kuat dan besar terutama dalam mendukung proses pembangunan sekaligus berperan penting dalam menjaga keharmonisan, kerukunan umat beragama di tengah-tengah masyarakat.

“Selama ini Muhammadiyah telah banyak melahirkan tokoh berbagai bidang, baik itu politik, hukum, ekonomi dan sosial, sejak zaman kolonial, kemerdekaan sampai saat ini dan yang akan datang,” ujar kata Dzulmi Eldin dalam sambutannya. Dikatakannya, Muhammadiyah juga dikenal berkontribusi besar dan berperan aktif dalam dunia pendidikan, melalui sejumlah lembaga pendidikan yaitu sekolah dan universitas, dan salah satu kelebihan muhammadiyah dalam pendidikan adalah organisasi ini memiliki visi dan misi yang sama dalam membangun pendidikan mulai dari TK sampai Perguruan Tinggi.

“Saya berharap hal tersebut dapat terus berjalan, memberikan pendidikan bagi anak-anak kita, para generasi penerus sehingga kualitas pendidikan kita lebih baik, dan mampu bersaing didunia Internasional,” ujar Eldin. Menurutnya, Organisasi Muhammadiyah diusianya yang cukup panjang merupakan anugrah Allah SWT sekaligus sebagai bukti dari perjuangan yang tidak kenal lelah dari seluruh kekuatan Muhammadiyah, disertai kepercayaan masyarakat kepada Muhamamdiyah dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara serta agama.

Tingkatkan tahlilan

Saat menyampaikan pidatonya pada Milad Muhammadiyah ke-104, Amien Rais mengajak warga organisasi itu untuk meningkatkan tahlilan. ‘’Saya sudah sejak lama suka tahlilan,’’ katanya. Amien Rais menyebutkan ada level tahlilan yang harus dilakukan. Pertama, tahlilan lewat hati, tahlilan dengan lisan, dan tahlilan dengan raga. ‘’Kata nabi, bumi yang kaya raya dan luas ini, hanya selembar sayap nyamuk bila dibandingkan dengan Lailah Haillalah. Karenanya, teruslah melakukan tahlilan dengan hati,’’ katanya.

Adapun tahlilan dengan lisan, menurut Amien Rais, adalah zikir yang dilakukan lewat ucapan. Untuk tahlilan dengan lisan ini, dia mengaku melakukannya pada setiap olah raga lari pagi. ‘’Pada setiap langkah saat saat jogging, saya berzikir. Kalau kita lari 10 km, sudah berapa ribu kali kita berdzikir,’’ katanya.

Sedangkan tahlilan dengan raga, maksudnya memperbanyak gerakan amal shaleh. Amien Rais mengaku sedikit miris melihat kondisi warga Muhammadiyah sekarang ini. Karena, untuk membangun gedung yang nilainya tidak seberapa saja harus dengan menggerakkan seluruh kemampuan yang ada. ‘’Itu karena sekarang ini tahlilan dengan raga kita sangat kurang,’’ katanya.

Milad Muhammadiyah kemarin dihadiri lebih kurang 6.000 warga Muhammadiyah. Baik dari tingkat wilayah, sampai ke tingkat cabang dan ranting. Turut memberikan sambutan pada acara itu Ketua Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah Sumut Prof Dr Asmuni MPd, Ketua PD Muhammadiyah Medan Drs. Adri K. |mbc-bs/mpisu|muhammadiyah.or.id|