Haedar Nashir: Membina Cabang dan Ranting Tidak Hanya Sekedar Mengumpulkan Data

IMG 002675Yogyakarta -Mengumpulkan data cabang dan ranting khusus pulau Jawa kalau bisa dipetakan cabang dan ranting dengan lengkap, itu menjadi hal yang luar biasa. Hal itu disampaikan Ketua PP Muhammadiyah, Dr. Haedar Nashir dalam Pembukaan Rapat Kordinasi Percepatan Pengembangan Cabang dan Ranting Muhammadiyah, di Gedung PP Muhammadiyah, Jalan Cik Di Tiro 23 Yogyakarta, Sabtu kemarin (30/11). Rapat koordinasi percepatan program dan peluncuran buku panduan cabang dan ranting Haedar Nasir menambahkan dia merasa prihatin data-data Muhammadiyah yang dimuat di media massa tidak sesuai dengan kondisi terkini. Padahal, kata Haedar, pihaknya sudah membuat dan menampilkan data-data Muhammadiyah terbaru di media massa.

“Saya tidak tahu, mengapa media massa masih mengambil data-data yang lama,” kata Haedar Nasir.

Karenanya, tutur Haedar, Muhammadiyah perlu memulai membuat data cabang dan ranting Muhammadiyah se-Jawa. Sehingga, rapat koordinasi ini diharapkan bisa menelurkan data-data yang akurat tentang apa yang telah dilakukan Muhammadiyah. Membina cabang dan ranting tidak hanya sekedar mengumpulkan data.

“Kalau kita ditanya tentang jumlah SD dan SMP yang dimiliki Muhammadiyah, kita tidak memiliki data yang pasti. Bahkan saking lugunya, jumlah anggota Muhammadiyah dikatakan satu juta. Padahal jauh lebih bayak,” katanya.

Dijelaskan Haedar, di balik data ada berbagai aspek, di antaranya, apa yang telah dilakukan Muhammadiyah. Karena itu, memperbaharui data Muhammadiyah harus segera dilakukan.

Data sekunder tidak bisa dijadikan acuan yang representatif. Jadi pemetaan cabang dan ranting harus dipetakan dibuat sebuah data dengan terjun langsung. Dibalik angka-angka harus masuk data kegiatan, karena data kegiatan merupakan data kualitatif yang tidak kalah penting dari kuantitatif.

Data-data tentang rapat yang dilakukan di cabang dan ranting, serta kegiatan-kegiatan terobosan baru dalam memanfaatkan dua tahun sisa Muktamar masuk pada fase langkah terobosan kegiatan unggulan termasuk dalam hal amal usaha. Penting karena akan menjadi modal besar memasuki abad ke-2 Muhammadiyah. (dzar/muhammadiyah.or.id)