Wow, Kotoran Ayam & Sapi Disulap Jadi Tanaman Obat

SicONrXYmUUntuk mendapatkan kualitas budidaya tanaman obat, empat mahasiswi dan satu dosen Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo mengembangkan penelitian penguatan kualitas teknologi budidaya tanaman obat. “Kami berempat, ditambah satu dosen, masing-masing Andriyana Setiawati, Rika Despita, Sani Hanifah dan Clara Tantri Pertiwi. Satu dosen adalah Prof Dr. Samanhudi, SP MSi,” jelas Andriyana Setiawati, mahasiswa S2 Agronomi Fakultas Pertanian UNS kepada wartawan di Solo, Jawa Tengah, Jumat (22/11/2013).

Andriyana mengatakan bahwa kegiatan penelitian dilakukan di area SMP Negeri 1 Eromoko Kabupaten Wonogiri. Sengaja dilakukan di Kabupaten Wonogiri karena daerah Wonogiri banyak pembudidayaan tanaman obat, bahkan terdapat pabrik obat.

Pada awal penelitian, kata Andriyana, lebih memfokuskan untuk memperbaiki teknik budidaya tanaman obat dengan menggunakan berbagai jenis pupuk kandang. Uji coba tersebut memakai berbagai pupuk kandang seperti kotoran ayam, kambing, dan sapi dikombinasikan dengan berbagai tingkat dosis aplikasi pupuk hayati dari cendawan atau cendawan mikoriza arbuskula.

Andriyana menambahkan, pemberian pupuk kandang ayam, kandang, dan kandang sapi ternyata memberikan pengaruh yang sama dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman pada variable tinggi tanaman, berat segar tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, dan sebagainya.

“Hasil uji coba di lapangan didapatkan hasil yang lebih baik untuk pemakaian pupuk cendawan dengan dosis 10 dan 15 gram pertanaman dicampur dengan tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan satu banding satu,” jelasnya.

Ke depan, mahasiswi Fakultas Pertanian itu mengharapkan hasil penelitian mampu meningkatkan kualitas tanaman obat. Termasuk meningkatkan produk bahan jamu dari Kabupaten Wonogiri. (kampus.okezone.com/ humasristek)