Hatta Rajasa Hadiri TANWIR II Pemuda Muhammadyah Riau

hata-rajasaTRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- “Kalau lah bukan karena tinta, tak perlulah sebuah puisi, kalau lah perintah pemuda muhammadyah, karna itu lah saya sampai disini”. Serangkaian puisi diatas menjadi prolog pidato Ketua Umum Partai PAN, Hatta Rajasa saat menghadiri TANWIR II Pemuda Muhammadyah di Hotel Aryaduta, Pekanbaru, Jumat (22/11) kemarin.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Kabinet Indonesia Bersatu ini, hadir di tengah-tengah Pemuda Muhammadyah, bukan karena presiden, tapi karena pemuda muhammadyah. Pemuda kata Hatta, adalah kekuatan sosial, kekuatan intelektual dan kekuatan spritual bagi bangsa dan negara ini. Oleh sebab itu, pemuda dalam sejarah perubahan, sejarah peradaban dan sejarah bangsa indonesia, selalu tampil memberi warna solusi dalam keadaan kritis. Tidak hanya itu, pemuda juga selalu merubah perjalanan bangsa perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Untuk itu, TANWIR II Pemuda Muhammadyah yang bertemakan “Transformasi Kader untuk Kepemimpinan Bangsa yang Berkarakter” ini, maka diharapkan agar pemuda muhammadyah harus mampu menciptakan momentum perubahan dan membawa bangsa ini menjadi bangsa yang unggul dalam persaingan secara global.

Sebagai contoh pemuda merubah perjalanan sejarah Indonesia hingga mencapai kemerdekaan, alumni ITB angkatan 1973 ini mengemukakan sosok pejuang bangsa ini, yaitu jenderal besar Sudirman saat diminta Bung Karno untuk istirahat karena sakit. Sudirman, kata Hatta, malah menolak dan mengatakan kepada Bung Karno yang sakit hanya Sudirman, tapi panglima tetap bergerilya.

Saat ini, sebut Hatta, sudah 68 tahun Indonesia merdeka. Namun sayangnya, tantangan yang dihadapi jauh lebih kompleks. Tidak hanya aspek ekonomi penyebebnya, tapi budaya juga menghantam bangsa ini. Menurutnya, tangan yang lebih kompeks itu hanya bisa dihadapi oleh orang-orang yang berkarakter, seperti nasionalisme, kecerdasan intelektual, spiritual dan masyarakat yang berzikir.

“Karakter-karakter seperti itu, ada pada pemuda muhammadyah, karena pemuda muhammadyah adalah manusia yang berfikir dan manusia yang berzikir,” kata Hatta disambut teput tangan ribuan pemuda muhammadyah. Hatta juga berharap agar pemuda muhammadyah, terus menjadi kontribusi untuk kemajuan bangsa ini, terutama untuk mengawal demokasi bangsa Indonesia, karena pemudan muhammadyah memiliki karakter bermoral tinggi. “Saya khawatir apabila domokrasi tidak dikawal dengan baik, maka akan terpasung dalam kapitalisme,” tuturnya.

Ketua Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah Riau, Jabarullah mengatakan, TANWIR II Pemuda Muhammadyah ini, diikuti oleh perwakilan pemuda muhammadyah yang berasal dari 31 provinsi di Indonesia. TANWIR II ini dibuka langsung oleh Pimpinan Pusat Muhammadyah Sukriyanto AR.

“TANWIR II atau rapat kerja nasional ini, berlangusng selama dua hari, yaitu 22-23 November. Kegiatan ini tidak hanya membahas masalah materi organisasi muhammadyah, tapi juga dibahas mengenai persiapan Muktamar mendatang,” ujar Jabarullah kepada Tribun, kemarin (*)