Bersama Masyarakat Bantul, MDMC Simulasikan Penanganan Gempa dan Tsunami

mdmc16Yogyakarta– Bersama masyarakat dua Pedukuhan yakni, Gadingsari dan Poncosari di Desa Surobayan, Sanden, Kabupaten Bantul, Lembaga Penanggulangan Bencana Pimpinan Pusat Muhamadiyah atau MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) mengadakan Latihan Gabungan (Latgab) yang berupa simulasi penanganan bencana Gempa dan Tsunami.

Menurut ketua panitia Latihan Gabungan dan Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah Budi Santoso dari MDMC mengatakan, khusus untuk Latihan Gabungan tersebut telah melibatkan sekitar seribu warga masyarakat desa Surobayan dan ditambah dengan empat ratus tim Search and Rescue (SAR) dan Disaster Medic Committe (DMC), serta dua ratus tim psikososial. “Latihan Gabungan ini, selain untuk melatih warga di daerah rawan bencana untuk lebih siaga, tetapi juga untuk meningkatkan kapasitas tim Muhammadiyah dalam merespon bencana memang yang terjadi,” jelasnya, Senin (4/11) .

 

Lebih lanjut menurut Budi, juga terdapat tiga puluh Ambulans serta perahu karet yang berasal dari 30 Rumah Sakit Muhammadiyah yang bergabung dalam simulasi bencana. “Kita memang libatkan seluruh kekuatan Muhammadiyah yang mempunyai potensi sebagai SAR dan DMC untuk mengukur kapasitas kesiapsiagaan kita dalam merespon bencana,” tegasnya. Selain unsur Muhammadiyah, MDMC juga melibatkan unsur terkait seperti BPBD Bantu, pihak Kepolisian, dan Palang Merah Indonesia.

Hari ini atau Senin (4/11) diadakan Seminar Nasional yang merupakan rangkaian dari acara Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah dan dihadiri langsung oleh ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif. beberapa agenda Jambore lainnya, seperti gladi ketangkasan antar cluster, Seminar Nasional Penanggulangan Bencana dan panggung kreasi relawan juga akan diadakan selama acara berlangsung.(mac/muhammadiyah.or.id)