Mobil Listrik Unik Pelajar SMA Plus Pembangunan Jaya

moblisMungkin biasa saja jika para siswa SMA atau sederajat membuat mobil listrik. Tapi mobil listrik buatan anak SMA Plus Pembangunan Jaya (PJ) ini cukup unik dalam pembuatannya. Wah, apa tuh ?

Ternyata, jika lazimnya mesin mobil diletakkan di depan dan bagasi di belakang, ini sebaliknya. Para siswa plus PJ ini meletakkan mesin mobilnya di belakang dan menaruh bagasi di bagian depan. Penasaran? Seperti apa ya mobil listrik buatan anak SMA yang satu ini.

Salah satu pembuat mobil listrik, Sandy Dwi Putra, awalnya ketika kelas XI membuat mobil dengan tiga bahan bakar yang berbeda, yaitu bensin murni, bensin campur, dan gas. Kemudian siswa yang saat ini duduk di bangku kelas XII IPS ditantang oleh sang pembina untuk membuat satu mobil sesungguhnya.

“Kalau yang kemarin kita hanya membuat Fantart (tiruan) saja, tapi kita tidak menghilangkan konsep yang ramah lingkungan. Kita mengubah bahan yang bekas menjadi suatu bahan yang berharga,” ujarnya saat berbincang dengan Okezone, belum lama ini.

Mereka menceritakan, pembuatan mobil listrik ini memakan waktu sekira sembilan bulan. Mulai dari pembuatan desain body hingga painting dibantu pihak bengkel serta pembina dari Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) dan SMA Plus UPJ.

“Karena keterbatasan alat, kita dibantu bengkel juga di daerah Ceger untuk mengelas. Tapi bengkel tersebut hanya membantu itu saja, untuk penaikan mesin, painting, aksesoris dilakukan di sekolah,” ucapnya.

Diceritakannya, ada enam murid -termasuk perempuan- yang terlibat dalam pembuatan mobil listrik di tiga bidang. Salah satunya ada yang di bidang pelistrikan, mekanik, dan body. Dana yang dihabiskan dalam pembuatan mobil ini sekira Rp126 juta.

“Mobil tersebut mahal karena pembuatan cetakan bodinya. Untuk ke depannya, kita bisa modalkan dana untuk pembuatan selanjutnya hanya sekira Rp40 juta,” ungkap siswa di bidang mekanik dan body dalam pembuatan mobil listrik itu.

Karena ini produk pertama, Sandy melanjutkan, sudah pasti ada kegagalan. Seperti di bidang kelistrikan. Ketika mereka memasang listrik, ada yang putus. Sehingga harus terus menerus dibeli.

Mobil listrik tersebut dinamakan Rinus C1, serta diambil dari nama buah Jarak (Rinus). Sandy dan pembimbingnya pun ingin membuat mobil yang enak dilihat, tapi tanpa polusi udara dan polusi suara.

“Kita buat mobil yang sedemikian bagus dan simpel. Kita tidak nyontek dari merk-merk mobil yang lain, itu murni dari inspirasi Pembangunan Jaya (PJ),” katanya.

Mobil listrik ini berkapasitas dua orang dengan mesin di belakang dan bagasi di depan. Dirinya pun telah melakukan di test drive, dengan diisi ulang selama empat jam. Dia menambahkan, jarak mobil listrik ini kuat hingga 50 kilometer.

“Cara ngechargenya, di belakang mobil ada stop kontak dan kabel yang langsung dicolok. Kecepatannya sendiri, kalau diperhitungkan 80 km tapi ketika di test drive baru tembus 40 km,” katanya.

Sandy sendiri pada dasarnya mempunyai hobi automotif. Dia mengatakan, peralatan dalam pembuatan mobil listrik tersebut ada yang dari barang-barang bekas, ada juga beli yang baru hingga impor, seperti body.

“Perakitannya sendiri dilakukan di bengkel kecil yang ada di sekolah. Semua biaya mobil listrik ini dari yayasan,” tutupnya. (kampus.okezone.com/ humasristek)