Mahasiswa UMY Temukan Limbah Karbit untuk Pondasi

limbah-karbitTiga mahasiswa Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berhasil terpilih sebagai presenter pada 2nd Asean Academic Society International Conference (AASIC) 2013 di Thailand, pekan lalu. Ketiga mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa Teknik Sipil angkatan 2011 yang terdiri atas Tria Wulandari Octaviana, Muhammad Arif Banjaransari dan Dwi Agrina. Mereka mempresentasikan paper hasil penelitian pada bidang sains teknik yang diteliti bersama dosen pembimbingnya.

Tria mengungkapkan mereka bertiga membawakan hasil penelitian yang berbeda. Ia membawakan hasil penelitian tentang campuran semen dan limbah karbit yang digunakan sebagai stabilisasi tanah, Arif mempresentasikan hasil penelitian tentang analisis karakteristik arus sungai dalam menanggulangi erosi tepian sungai sedangkan Dwi dengan hasil penelitiannya tentang aliran material lahar di sekitar Gunung Merapi.

“Khusus penelitian yang saya buat untuk pengembangan di bidang teknik perkerasan tanah terutama dalam hal pembangunan. Pada umumnya yang digunakan sebagai penstabil tanah untuk membuat pondasi hanya dengan campuran semen sebenarnya lebih bagus kalau dicampur limbah karbit,” paparnya ketika ditemui di kampusnya, Kasihan, Bantul, Senin (4/11).

Menurutnya, jika semen dan limbah karbit dicampur sebagai bahan penstabil tanah dalam proses pembuatan pondasi, hasilnya akan menjadi lebih baik dan kuat. Keuntungan lain dari segi pembiayaan juga bisa lebih meringankan.

Biasanya masyarakat hanya menggunakan semen. Ia sudah mengujicobakan penelitiannya di Bantul dan hasilnya jauh lebih bagus dibandingkan menggunakan semen saja. (suaramerdeka.com/ humasristek)