Lewat Bajigur, Mahasiswa Undip Juarai Kompetisi Ilmiah Tingkat Jateng-DIY

timbajigurDua Mahasiswa Universitas Diponegoro berhasil menjadi runner-up ajang karya tulis ilmiah tingkat jawa tengah dan DIY dengan Bajigur (Batako Jerami Ramah Lingkungan) yang diselenggarakan oleh fakultas Pertanian UNS Surakarta baru-baru ini.

“Dalam tahap final diwajibkan membawa alat peraga serta MMT untuk keperluan Presentasi. Waku presentasi 10 menit dan dilanjutkan dengan 20 menit tanya jawab” kata sigit.

“Judul karya ilmiah kami adalah “Bajigur (Batako Jerami Ramah Lingkungan) Fotokatalis Nano Tio2 Dari Limbah Jerami Serta Lumpur Merapi Sebagai Biomaterial Sebagai Peningkatan Ecoenviront Di Magelang, Jawa Tengah,” Karya tulis kami mengangakat bajigur batako jerami ramah lingkungan. Merupakan salah satu aplikatif terhadap permasalahan banyaknya limbah limbah merapi dan jerami yang banyak tetapi kurang dimanfaatkan. Bajigur ini memiliki keunggulan mengurangi penggunaan semen, karena semen telah digantikan dengan silika dari jerami dan lumpur merapi. Ditambah dengan teknologi nanosilika yang bisa menambah kekuatan dari batako menjadi 5 kali lipat.” Ujar Ketua Tim Sigit Arrohman

“Proses seleksi yang panjang, akhirnya didapatkan 9 finalis yang berhasil lolos tahap 1 dan langsung masuk tahap final. Sembilan tim itu terdiri dari 6 universitas, salah satunya adalah dari UNDIP, UGM, UNY, UNS,UAD, UMY. Enam universitas dengan komposisi 2 tim dari universitas Diponegoro, 1 Tim dari UGM, 2 Tim UNY, 1 Tim UMY, 2 Tim UAD, 1 Tim UNS.” katanya

“Kompetisi ini mengangkat tema akan perkembangan pertanian yang berkelanjutan. Kedua tim dari UNDIP dengan Sigit arrohman (Teknik Mesin 2011), Khoirul Munzilin Teknik Mesin 2013), Suluh Pertiwanda ( Teknik Mesin 2013) yang bergabung dalam 1 tim. Tim lainnya digawangi oleh andika (FPP 2013). Kompetisi ini menjadi tonggak bahwa mahasiswa baru UNDIP memiliki potensi yang besar untuk bisa membangun Universitas Riset 2020 serta memberikan motivasi bagi mahasiswa baru untuk terus berkreasi” Ujar Sigit.

“Kedepannya bajigur (Batako Jerami Ramah Lingkungan) ini mampu untuk menjawab tantangan pertumbuhan pembangunan yang tinggi dengan mengurangi penggunaan semen, serta menjadikan sumber potensi Jerami dan Lumpur merapi menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat dan juga mengajak investor asing untuk bekerjasama dalam penelitian ini dan pengembangan kedepannya” tandasnya. (undip.ac.id/ humasristek)