Sim Salabim, Limbah Jagung Berubah Jadi Plastik

AxQIgguomTBeberapa daerah di Indonesia memanfaatkan jagung sebagai bahan makanan pokok. Jagung juga bisa diolah menjadi berbagai macam camilan. Di tangan Kelompok Riset Polimer dan Komposit Universitas Sebelas Maret (UNS) yang dipimpin Dr. Mohammad Masykuri,M.Si., limbah jagung hasil konsumsi pun tidak terbuang percuma. Mereka mengolahnya menjadi biofoam (busa) ramah lingkungan.

“Rekayasa tersebut berangkat dari penelitian untuk memproduksi bahan plastik atau polymer dari bahan alam,” jelas Mohammad Masykuri, M.Si saat bertemu wartawan, di Laboratorium Pusat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) UNS, Solo, Sabtu (5/10/2013).

Masykuri mengatakan, tingkat penggunaan jagung dalam pakan unggas berkisar 45-55 persen. Dari jumlah itu, 1,2 persen di antaranya terbuang sebagai limbah jagung. Padahal, limbah ini berpotensi sebagai bahan dasar dalam sintesis bioplastik. Polymer tersebut bisa direkayasa menjadi berbagai macam bahan, bisa plastik, bisa foam, serat atau kain.

“Produk tahap pertama bioplastik memiliki karakter fisik berupa edibel, transparan, permukaan mengkilap dan dapat ditekuk tetapi mudah patah,” imbuh Masykuri.

Salah satu keunggulan biofoam, kata Masykuri, yaitu responsif terhadap lingkungan dan dapat dibiodegrasikan. Sehingga bila plastik tersebut dibuang ke tanah, maka ia akan terurai. (kampus.okezone.com/ humasristek)