Sebulan KKN PPM Mahasiswa UMRI

umri-mediaPEKANBARU, TRIBUN – Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) tahun akademik 2013 ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Betapa tidak, pola KKN PPM pada tahun sekarang diformat dengan pola tematik agar lebih terarah dan mampu memberdayakan masyarakat secara efektif.

Hampir satu bulan penuh, terhitung tanggal 1 juli 2013 hingga 1 Agustus 2013 lalu pelaksanaan KKN PPM UMRI dilaksanakan. Banyak cerita suka dan duka yang dialami mahasiswa. Maklum, banyak mahasiswa yang belum siap memberdayakan masyarakat secara langsung karena merasa ilmu yang dimiliki belum cukup untuk membantu masyarakat.

walaupun pola dan program yang telah disusun langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, namun rasa percaya diri mahasiswa masih sangat terbatas. Itu semua adalah tantangan berat bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang selama ini ia peroleh di bangku perkuliahan.

Sebut saja wilayah KKN PPM mahasiswa UMRI di kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis. Di wilayah ini terdapat tiga desa yang didiami mahasiswa, yaitu desa pinggir, desa muara basung, dan desa balai pungut. Di desa pinggir misalnya, mahasiswa UMRI yang melaksanakan KKN PPM mengalami banyak kendala. Maklum, wilayah yang ditempati tersebut sangat terbatas infrastrukturnya, ditambah lagi sinyal Hp yang kadang hilang timbul. Wilayah yang mereka diami merupakan wilayah perbatasan antara Kabupaten bengkalis dengan Kabupaten Rokan Hilir.

Berbeda halnya dengan desa Muara Basung. Mahasiswa yang melaksanakan KKN PPM di wilayah tersebut memiliki akses infrastruktur yang memadai serta akses informasi yang cukup bagus. Akan tetapi, akses yang ada tersebut belum mampu dimaksimalkan oleh masyarakat dengan baik. Hal yang sama juga dialami oleh mahasiswa yang KKN PPM di desa Balai Pungut. Wilayah yang ditempati mahasiswa merupakan kawasan Pembangunan Listrik Tenaga Gas (PLTG) dengan akses infrastruktur jalan dan informasi yang cukup memadai.

Alhamdulillah, setiap kegiatan yang dirancang dapat direalisasikan di tengah-tengah masyarakat dengan maksud pemberdayaan dalam upaya mewujudkan masyarakat yang cerdas. (TRIBUN PEKANBARU – Sabtu, 28 September 2013)