Metallik, Inovasi Desain Batik Mahasiswa Teknik

indexMahasiswa ITS kembali membuat karya unik. Metallografi Batik (Metallik) lahir dari tangan Muhammad Miftahul Aziz dan keempat rekannya begitu melihat struktur mikro sebuah logam.

Pria yang akrab disapa Zizi tersebut mengungkapkan bahwa ide membuat batik terlintas saat melihat berbagai macam bentuk unik dari struktur mikro sebuah logam. Mahasiswa Jurusan Teknik Material dan Metalurgi ITS ini pun langsung memadupadankan hasil struktur mikro dengan kerajinan batik tulis Indonesia.

Setiap logam memiliki karakteristik struktur mikro yang berbeda. Sehingga desain batik yang dihasilkan pun dapat beraneka ragam. Hingga saat ini struktur mikro yang mereka gunakan baru beberapa jenis logam seperti cobalt, gray iron, dan baja karbon. ”Harapannya dengan struktur mikro logam ini dapat menjadi tambahan koleksi desain batik khas Indonesia,” ujarnya.

Ada dua model pakaian yang telah dibuat dari batik tersebut. Di antaranya yakni blazer dan kemeja. Melisa Sudiashri menambahkan, bahwa pemesanan kemeja masih lebih unggul dari pada blazer. Pasalnya, pemesan lebih banyak dari kaum adam. ”Untuk ke depannya kami akan melakukan inovasi lain, seperti membuat rok, dress, atau model baju yang terbaru,” imbuhnya.

Sayangnya, produksi massal masih belum bisa dilakukan. Karena Melisa ingin menjaga keindahan Metallik yang dibuat dengan batik tulis. Sehingga waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu buah kemeja atau blazer mencapai satu hingga dua bulan.

Harga yang dipatok untuk setiap unit pakaian pun masih terjangkau. Untuk satu kemeja, Zizi menawarkan harga Rp 165 ribu dan Rp 200 ribu untuk satu blazer. ”Bila sudah dapat berjalan dengan lancar, nantinya kami juga akan memberikan beberapa promo kepada pelanggan,” papar Zizi.

Dengan memanfaatkan media sosial, Zizi dan keempat rekannya pun mempromosikan produk Metallik. Tak heran, produk buatan mereka pun dipesan dari berbagai daerah di Indonesia, salah satunya Balikpapan. ”Untuk permulaan ini kami masih menjual lewat media sosial. Untuk selanjutnya kami akan membuat website dan berusaha mengikuti berbagai pameran pakaian,” imbuh Melisa. (its.ac.id/ humasristek)