Spiritualitas Ihsan

Mahasiswa yang seharusnya menjadi pilar-pilar perubahan dalam melakukan transformasi sosial dan memberikan kontribusi-kontribusi positif dengan ide-ide solutifnya, beberapa waktu belakangan ini mulai terkikis. Mahasiswa dewasa ini banyak terbawa modernitas zaman dan melibatkan diri dalam kehidupan glamor. Padahal sejarah membuktikan dalam tinta emasnya, ditangan mahasiswalah perubahan itu terjadi.

Mahasiswa yang selalu mengedepankan filosofi Tri Dharma Perguruan Tinggi terutama point ketiga, yaitu pengabdian masyarakat semestinya senantiasa berfikir logis, kritis dan idealis melihat kondisi bangsa dan negaranya.

Kemiskinan yang merajalela, kebodohan yang ada ditengah-tengah masyarakat, kasus korupsi dan sebagainya seharusnya membangkitkan dan menyadarkan akan peran pentingnya mahasiswa dalam melakukan perubahan dan perbaikan. Tapi sangan disayangkan, realitas yang ada saat ini, mahasiswa hari ini justru disibukkan oleh hal sia-sia dan tidak bermanfaat.

Maka menjadi penting untuk dibangkitkan kembali Spiritual Ihsan sebagai salah satu pilar utama dari ajaran Islam. Pilar ini mengajarkan kebaikan serba utama dari ajaran Islam. Pilar ini mengajarkan kebaikan serba utama dan serba melampaui. Dipihak Lain, Spiritual Ihsan mampu memberikan bimbingan secara benar dan dinamis bagi manusia dan masyarakat modern yang secara niscaya harus terus melanjutkan kehidupan guna membangun peradaban yang utama.