Gematop, Si Pelacak Laptop yang Raib

gematop-unsecKehilangan komputer jinjing tentu membuat hati menjadi risau. Apalagi, jika didalamnya memuat data-data penting sang pemilik. Berkat kejeliannya, mahasiswa UNNES menciptakan inovasi software Gematop. Perangkat lunak pelacak laptop yang hilang.

Seringnya terjadi kasus kehilangan komputer jinjing (laptop) dan sulit untuk dilacak keberadaannya membuat mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes), Budi Prasetyo dan Ahmad Fauzan, membuat software laptop security yang diberi nama Gematop (Get Maling Laptop). Inovasi software ini sekaligus megantarkan dua pria ini sebagai Juara III Lomba Technopreneurship, yang dihelat oleh Kementerian Riset danTeknologi. 
 
Dengan memasang Gematop pada laptop akan sangat memudahkan pemilik untukmelakukan pelacakan jika terjadi sesuatu hal yang tidakdiinginkan (kehilangan laptop). Secara otomatis Gematop bekerja sembunyi-sembunyi memotret wajah pengguna laptop dan mengirim berbagai data yang dibutuhkan ke email pemilik untuk memudahkan dalam hal keperluan pelacakan. 
 
Budi menjelaskan, cara kerjanya diinstal dulu dan tersembunyi, prinsip kerjanya seperti virus tapi melindungi. Ketika laptop digunakan, secara otomatis akan meng-capture gambar si pemakai. Ketika dicuri dia akan mengirimkan data ke email berupa foto yang menggunakan, peta lokasi, waktu kirim, dan data lainnya. 
 
Fauzan mengatakan alat tersebut sudah dikembangkan sejak Oktober 2010. “Untuk laptop yang tidak ada web cam nya tidak bisa mengirimkan foto hanya data-data yang lain. Masa aktifnya sendiri satu tahun untuk kemudian di-update lagi,” kata Fauzan. 
 
Sebelumnya, telah beredar software laptop yang bernama “Adeona”. Software ini bisa memberitahu posisi laptop yang hilang berdasar lokasi GPS. Adeona merupakan aplikasi open source, ciptaan tim dari University of Washington dan University of California, San Diego pada 2008 lalu. Kegunaan alat ini sama, yakni memberikan informasi lokasi sebuah perangkat keras (laptop, komputer, dan sejenisnya). Sayangnya, Adeona tidak dapat menampilkan foto pencuri, informasi lokasi sekaligus peta lokasi,keylogger aktivitas laptop, mac-addres, dan informasi lainnya, yang sangat diperlukan untuk membantu melacak laptop yang hilang. Dengan demikian, “Gematop” ciptaannya lebih unggul. 
 
Budi Prasetyo mengatakan, inovasi ini dapat menjadi sarana untuk berwirausaha. “Ini merupakan kewirausahaan berbasis ilmu pengetahuan,” kata Budi. Dengan dikeluarkannya program Gematop ini diharapkan dapat melakukan pemasaran produk dengan strategi pemasaran yang sinergis dan terintegrasi yakni dengan menerapkan strategi partner-based marketing atau strategi pemasaran berbasis kemitraan, serta menghasilkan mahasiswa yang kreatif dan mandiri secara ekonomi. (Gatra, 4 September 2013/ humasristek)